Sebaliknya, investor yang masuk lebih awal justru menikmati imbal hasil yang cukup besar.
Pembelian emas pada 2 Oktober 2025 di harga Rp 2.235.000 per gram memberikan potensi keuntungan sekitar 5,73 persen.
Bahkan, mereka yang membeli emas pada 2 Juli 2025 di level Rp 1.913.000 per gram telah mencatatkan keuntungan sekitar 23,52 persen.
Keuntungan yang lebih besar tercatat bagi investor jangka panjang. Pembelian emas pada 2 April 2025 di harga Rp 1.819.000 per gram memberikan potensi keuntungan hampir 30 persen.
Sementara investor yang membeli emas pada awal Januari 2025 di harga Rp 1.524.000 per gram kini menikmati keuntungan lebih dari 55 persen.
BACA JUGA:Latih Petani Kuasai Traktor Mini Demi Ketahanan Pangan
BACA JUGA:Libur Tahun Baru, Jembatan Ampera Dipadati Wisatawan
Jika ditarik lebih jauh, investor yang membeli emas sejak Oktober 2024 hingga April 2024 bahkan meraup keuntungan di atas 60 hingga 88 persen.
Data tersebut menegaskan bahwa emas memang menjadi instrumen lindung nilai yang efektif dalam jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan inflasi.
Dengan kondisi harga emas yang kembali menguat di awal tahun ini, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dan cermat sebelum berinvestasi.
Memahami mekanisme harga jual dan buyback, serta menentukan tujuan investasi jangka panjang, menjadi kunci agar investasi emas dapat memberikan hasil yang optimal di masa mendatang.