Rahasia Arah Bitcoin 2026: CEO Abra Bongkar Peran Likuiditas The Fed
Pergerakan Bitcoin (BTC) menuju 2026 diperkirakan tidak lagi ditentukan oleh euforia sesaat --Chat GPT image
BACA JUGA:Laga Sumsel United Hadapi Persekat Tegal Diprediksi Berlangsung Sengit
BACA JUGA:Minat Warga Palembang terhadap Investasi Emas Terus Tinggi
Faktor Makro Kini Jadi Penentu Utama.
Analis pasar Linh Tran menambahkan bahwa struktur pasar Bitcoin saat ini sudah berubah signifikan. Setelah mencetak rekor harga mendekati US$126.000 di akhir 2025, Bitcoin mengalami koreksi sekitar 35% dan kini bergerak di kisaran US$80.00
Menurut Tran, koreksi tersebut bukan tanda kelemahan semata, melainkan refleksi dari perubahan karakter pasar. Bitcoin kini lebih sensitif terhadap Kebijakan suku bunga.
Arus dana institusi dan Regulasi global
Dinamika likuiditas
Selama suku bunga AS masih bertahan di kisaran 3,5%–3,75%, ruang untuk reli agresif dinilai masih terbatas. Likuiditas yang belum sepenuhnya pulih membuat Bitcoin bergerak lebih hati-hati.
Institusi Masih Masuk, Tapi Tidak Membabi Buta.
Meski total aset ETF Bitcoin spot telah menembus US$110 miliar, pola arus dana menunjukkan bahwa investor institusi kini jauh lebih selektif. Tidak ada lagi gelombang “all in” seperti pada awal era ETF
BACA JUGA:Libur Akhir Tahun Menjadi Berkah Bagi Pelaku Usaha Pempek di Palembang
BACA JUGA:Super Flu Disebut Hanya Flu Musiman Namun Gejala Lebih Berat
Hal ini mengindikasikan bahwa fase berikutnya Bitcoin kemungkinan besar bukan lonjakan eksplosif, melainkan periode akumulasi dan konsolidasi sambil menunggu kondisi makro yang benar-benar mendukung.
Pernyataan CEO Abra mempertegas satu hal penting: masa depan Bitcoin tidak lagi ditentukan oleh hype semata, melainkan oleh arah kebijakan moneter global, terutama dari The Fed
Narasi yang muncul menuju 2026 bukan tentang reli instan, melainkan perubahan bertahap yang bergantung pada timing pelonggaran likuiditas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: indodax
