Rahasia Arah Bitcoin 2026: CEO Abra Bongkar Peran Likuiditas The Fed
Pergerakan Bitcoin (BTC) menuju 2026 diperkirakan tidak lagi ditentukan oleh euforia sesaat --Chat GPT image
BACA JUGA:Libur Akhir Tahun Menjadi Berkah Bagi Pelaku Usaha Pempek di Palembang
Efek Likuiditas Diprediksi Baru Terasa di 2026.
Meski sinyal pelonggaran mulai terlihat, Barhydt mengingatkan bahwa pasar tidak boleh berharap terlalu cepat.
Data CME Group menunjukkan bahwa hanya sekitar 14,9% pelaku pasar yang memperkirakan pemangkasan suku bunga pada rapat FOMC Januari mendatang—turun dari proyeksi sebelumnya.
Angka ini menandakan bahwa konsensus pasar masih melihat The Fed akan bersikap hati-hati, setidaknya dalam waktu dekat.
Dengan kata lain, banjir likuiditas yang sering dikaitkan dengan reli kripto besar belum akan terjadi dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Laga Sumsel United Hadapi Persekat Tegal Diprediksi Berlangsung Sengit
BACA JUGA:Minat Warga Palembang terhadap Investasi Emas Terus Tinggi
Barhydt memperkirakan, dampak nyata dari kebijakan moneter yang lebih longgar baru akan terasa pada paruh kedua 2026, seiring meningkatnya kepercayaan pasar dan membaiknya arus modal global
Bitcoin Menuju Fase Lebih Dewasa

The Fed Mulai Melunak, Tapi Belum Lepas Kendali.--Chat GPT image
Pandangan ini sejalan dengan analisis Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise. Ia menilai Bitcoin kini memasuki fase yang jauh lebih matang dibandingkan siklus-siklus sebelumnya
Jika dulu lonjakan harga Bitcoin kerap diiringi volatilitas ekstrem, Hougan melihat tren ke depan akan lebih stabil dan terukur. Kenaikan tetap ada, namun tidak lagi “liar.
“Saya melihat tren naik jangka panjang yang solid, tapi tidak lagi spektakuler seperti era awal kripto,” ujarnya.
Pernyataan ini menguatkan sinyal bahwa Bitcoin mulai bertransformasi dari aset spekulatif menjadi instrumen investasi makro.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: indodax
