Bukit Asam PT. BA

Menuju Smart Water Company, ada Kisah Tentang Harapan, Kerja Keras, dan Cinta untuk OKU

Menuju Smart Water Company, ada Kisah Tentang Harapan, Kerja Keras, dan Cinta untuk OKU

Dengan berkiblat pada sistem Smart Watter Company, satu persatu permasalahan di Perumda tersebut teratasi hingga dapat menambah Pendapatan Asli Daerah OKU.--Foto : Ilustrasi AiGptImage - Muhadi

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Keruh, bau, jarang hidup, ketika hidup kebanyakan hanya angin yang bertiup, Sumber Daya Manusia yang tidak mumpuni, selalu merugi, dan banyak lagi kata yang pas untuk disematkan kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raja milik Pemerintah Daerah Ogan Komering Ulu hingga awal tahun 2024 saat terjadi perombakan besar-besaran di tubuh Perusahaan plat merah tersebut.

Dengan berkiblat pada sistem Smart Watter Company, satu persatu permasalahan di Perumda tersebut teratasi hingga dapat menambah Pendapatan Asli Daerah OKU.

Sebagian masyarakat OKU serta para pejabat diruang lingkup Pemda OKU mengerutkan keningnya, tatkala nama Bertho Darmo Poedjo Asmanto diumumkan oleh Bupati OKU H Teddy Meilwansyah untuk memimpin perusahaan daerah yang selama ini seolah hidup enggan mati tak mau, hanya berjalan tanpa tau kemana arah tujuan perusahaan plat merah tersebut.

Banyak masyarakat mencari tahu sosok pria yang ternyata memiliki pengalaman hebat di bidang Perusahaan Air Minum tersebut. Gebrakan pertama Bertho membenahi SDM dari dalam perusahaan dengan merampingkan karyawan yang tidak memiliki kompeten.

BACA JUGA:Sajikan Menu Tidak Layak Konsumsi, Satu SPPG di Palembang Dihentikan Sementara

BACA JUGA:Baznas Sumsel Tetapkan Besaran Zakat Fitrah Ramadhan 1447 Hijriah

Banyak tentangan dari berbagai pihak saat Bertho mengurangi karyawan, namun hal tersebut dibalas Bertho dengan meningkatkan kualitas distribusi air. Dampaknya? Tidak ada lagi julukan PDAM adalah perusahaan paling jujur, dikala air sungai ogan keruh, air yang mengalir kerumah-rumah warga juga sama persis seperti sungai ogan. Yang ada air keruh berubah menjadi air yang baik dan jernih sehingga layak untuk di konsumsi.

Tidak sampai disitu, Perumda meningkatkan pendistribusian air dengan senantiasa merawat dan membersihkan tempat penampungan air, yang dahulunya jika ingin dibersihkan saja, tapi saat ini per tiga bulan akan ada pembersihan tempat penampungan air. Tidak ada lagi pemandangan dijalan ada air yang mengalir akibat kebocoran pipa, tidak ada lagi keluhan sudah berbulan-bulan air tidak hidup, mesin sedot diganti secara perlahan.

Prahara pro dan kontra mencuat ketika Perumda Tirta Raja menaikan tarif yang sudah belasan tahun tidak ada kenaikan. Beberapa kali di demo warga karena naiknya tarif air bersih dianggap tidak relevan dengan pelayanan, namun tidak membuat Bertho dan ratusan karyawan patah semangat untuk memberikan perubahan untuk PDAM.

Terbukti tahun 2024 saja Tirta Raja berhasil membukukan laba sebesar Rp181 juta rupiah dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), padahal sebelumnya Perumda Tirta Raja menanggung akumulasi kerugian hingga 37,2 milyar. 

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Tunda Pemberian Izin Diskotik dan Bar DA Club 41

BACA JUGA:Laba Melejit 578 Persen, Bank BTN Tancap Gas Awali 2026 dengan Kinerja Impresif


Banyak tentangan dari berbagai pihak saat Bertho mengurangi karyawan, namun hal tersebut dibalas Bertho dengan meningkatkan kualitas distribusi air.--Foto ; Yunin - PALTV

Bayangkan saja, dari awal berdiri hingga tahun 2023 sebegitu besarnya kerugian yang ditanggung dengan adanya secerca harapan bertambahnya PAD walau tidak sebesar Perumda milik Kabupaten lain, namun semua perusahaan yang maju juga akan mengalami hal yang sama dengan Perumda Tirta Raja, hanya saja apakah ingin bertahan dan menetap dengan kenyamanan bekerja walau terus merugi, atau bersusah payah bertarung bersama untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id