Bukit Asam PT. BA

Mantan Manajer Sriwijaya FC Much Baryadi Tutup Usia

Mantan Manajer Sriwijaya FC Much Baryadi Tutup Usia

Suasana rumah duka almarhum Much Baryadi di Palembang sebelum prosesi pemakaman.--Foto : M. Aidil - PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.IDMuch Baryadi, mantan manajer Sriwijaya FC, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 21.13 WIB di RS Hermina Palembang setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.

Kabar wafatnya tokoh sepak bola Sumatera Selatan ini membawa duka bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat, khususnya pecinta Sriwijaya FC. Selasa (03/03). 

Sebelum wafat, almarhum sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Yogyakarta, kemudian dirawat selama 14 hari di RS Siloam Palembang. Ia sempat pulang satu hari sebelum kembali dilarikan ke RS Hermina Basuki Rahmat Palembang hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Much Baryadi dikenal sebagai sosok di balik era emas Sriwijaya FC. Di bawah kepemimpinannya, Sriwijaya FC meraih double winner musim 2007–2008 dengan menjuarai Liga Indonesia dan Piala Indonesia 2008, serta tampil di kompetisi Asia. Prestasi tersebut menjadi puncak kejayaan klub dan kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.

BACA JUGA:Viral, Aksi Bajing Loncat Siang Bolong Diduga di Jalan Lintas Tengah Sumatra Indralaya

BACA JUGA:Kasus Oknum Dewan KT Karena Ada Peluang Bancaan Korupsi Sistemik


Much Baryadi, mantan manajer Sriwijaya FC, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 21.13 WIB di RS Hermina Palembang--Foto : M. Aidil - PALTV

Faisal Sobirin mewakili keluarga mengatakan almarhum dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, aktif dalam berbagai kegiatan sosial, dan memiliki hobi olahraga. Ia juga pernah menjabat di Sriwijaya FC dan terakhir aktif sebagai Ketua Pujakusuma.

“Saat menjabat di SFC itu jadi kebanggaan kita, terutama masyarakat Palembang. Sriwijaya FC di masa kepemimpinan beliau sempat double winner dan itu menjadi puncak kejayaan. SFC pernah berjaya di kancah nasional bahkan di Asia,” ujarnya.

Faisal juga menjelaskan almarhum telah lama menderita sakit dan sempat dirawat di Yogyakarta sebelum dibawa ke Palembang. “Beliau 14 hari di RS Siloam Palembang, sempat pulang satu hari, lalu sorenya dibawa ke Hermina Basuki Rahmat dan wafat pukul 21.13 WIB tanggal 2 Maret,” katanya.


jenazah dimandikan pukul 09.00 WIB, disalatkan di rumah duka serta di Masjid Baiturrahman, kemudian dimakamkan di Pondok Pesantren Aulia Cendekia, Talang Jambe, usai Salat Zuhur.--Foto : M. Aidil - PALTV

Ia menambahkan jenazah dimandikan pukul 09.00 WIB, disalatkan di rumah duka serta di Masjid Baiturrahman, kemudian dimakamkan di Pondok Pesantren Aulia Cendekia, Talang Jambe, usai Salat Zuhur. Pihak keluarga juga memohon maaf dan doa agar almarhum diterima amal ibadahnya serta mendapatkan husnul khatimah.

BACA JUGA:Menuju Smart Water Company, ada Kisah Tentang Harapan, Kerja Keras, dan Cinta untuk OKU

BACA JUGA:Baznas Sumsel Tetapkan Besaran Zakat Fitrah Ramadhan 1447 Hijriah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id