Januari-Agustus 1014,94 H Lahan dI Sumsel Terbakar, BPBD Terus Siaga hingga November

Januari-Agustus 1014,94 H Lahan dI Sumsel Terbakar, BPBD Terus Siaga hingga November

Rapat evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang dilakukan oleh oleh BPBD Sumsel, bersama Lanud Sri Mulyoo Herlambang (SMH), BMKG stasiun Klimatologi Sumsel serta sejumlah stake holder terkait lainnya.--Foto : Firman - PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel, berdasarkan data dari Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) dari priode januari hingga 28 agustus 2025 ada sebanyak 325 kejadian, dengan luas lahan yang terbakar sebanyak 1014, 94 Hektar dan untuk jumlah hot sppot sebanyak 121.

Dengan daerah terbanyak menjadi penyumbang karhutla yakni kabupaten Ogan Ilir sebanyak 100 kejadian di 11 desa.

Hal tersebut terungkap dalam rapat evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang dilakukan oleh oleh BPBD Sumsel, bersama Lanud Sri Mulyoo Herlambang (SMH), BMKG stasiun Klimatologi Sumsel serta sejumlah stake holder terkait lainnya.


BPBD sumsel masih akan terus siaga karhutla hingga 30 november 2025, namun posko masih terus berada di lapangan sambil melihat kondisi di lapangan.--Foto : Firman - PALTV

Dalam rapat juga sekretaris BPBD Sumsel Aksoni, yang mewakili kepala BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana jika BPBD sumsel masih akan terus siaga karhutla hingga 30 november 2025, namun posko masih terus berada di lapangan sambil melihat kondisi di lapangan.

 BACA JUGA:Tips Merawat Ban Motor Tubeless agar Awet dan Tahan Lama

BACA JUGA:Benarkah Ban Tubeless Lebih Aman pada Saat Bocor?


Dalam rapat juga sekretaris BPBD Sumsel Aksoni, yang mewakili kepala BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana jika BPBD sumsel masih akan terus siaga karhutla hingga 30 november 2025, --Foto : Firman - PALTV

“ Untuk kesiap siagaan personil di lapangan, masih seperti biasa. Bahkan hampai di 300 desa rawan karhutla di Sumsel masih terbentuk satgas” Ujar Aksoni saat dibincangi media.

Sementara itu, perwakilan Lanud SMH yakni Kadis Ops Letkol POM Yurdiansjah mengungkapkan jika pihaknya terus melakukan pemantauan karhutla di sumsel melalui udara. “Lanud SMH saat ini sudah menerima 6 helikopter dari BNPB, dimana 2 diantaranya heli patroli dan 4 lainnya yakni heli waterbombing” terang Letkol POM Yurdiansjah.

 

Mendekati masa puncak musi kemarau, heli yang ada khususnya heli patroli dan waterbombing terus diintensifkan.  Dari analisa BMKG stasiun Klimatologi Sumsel, musim kemarau di sumsel masih akan terjadi sampai dengan pertengahan september mendatang. Seehingga potensi terjadinya karhutla masih bisa terjadi di Sumsel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: paltv.co.id