Melaju Cepat di 2024! Imigrasi Cetak Sejarah Baru dengan Perubahan Besar

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) resmi bertransformasi menjadi beberapa kementerian di bawah Kementerian Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.--foto/ dok. Imigrasi
Pencapaian Penerimaan Negara dan Statistik Imigrasi
Ditjen Imigrasi mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tertinggi sepanjang sejarah, dengan total Rp8,5 triliun, melebihi target Rp6 triliun.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) resmi bertransformasi menjadi beberapa kementerian di bawah Kementerian Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.--foto/ dok. Imigrasi
Kontribusi terbesar berasal dari layanan visa sebesar Rp4,82 triliun, disusul layanan paspor Rp2,3 triliun, dan layanan keimigrasian lainnya Rp1,4 triliun. Pada 2023, PNBP Ditjen Imigrasi tercatat sebesar Rp7,6 triliun.
Pada periode 1 Januari hingga 15 Desember 2024, sebanyak 4.838.581 paspor diterbitkan, dengan kontribusi sekitar 27% dari total PNBP Imigrasi.
Selain itu, jumlah visa yang diterbitkan mencapai 5.162.775, di mana 4.635.858 (89%) adalah visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival).
Penerbitan visa kunjungan satu kali perjalanan (single entry) tercatat 420.529, visa kunjungan
beberapa kali perjalanan (multiple entry) 43.292, visa tinggal terbatas 62.630, serta golden visa sebanyak 471, dengan nilai investasi yang masuk mencapai Rp9 triliun.
Penerbitan izin tinggal juga meningkat signifikan, dengan 9.325.307 izin tinggal kunjungan (ITK), meningkat 31 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Misteri Jamu Berujung Maut! Kakak Lapor Polisi Usai Adik Tewas Diduga Diracun Kakak Ipar
BACA JUGA:Jalan Lettu Karim Kadir Palembang Ditimbun Agregat, Warga Keluhkan Kerusakan Kembali
Selain itu, terdapat 259.944 izin tinggal terbatas (ITAS), meningkat 40%, dan 6.437 izin tinggal tetap (ITAP), yang naik tiga kali lipat dibandingkan tahun 2023.
Negara dengan pemegang izin tinggal terbanyak adalah Australia, Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan India.
Pada periode yang sama, jumlah perlintasan masuk dan keluar Indonesia mencapai 46.735.310 orang, terdiri dari 22.181.808 WNI dan 24.553.502 WNA.
Jumlah ini mencakup perlintasan udara 36.753.657, laut 8.237.837, dan darat 1.743.816. Negara dengan jumlah pelintas terbanyak adalah Australia, Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan India.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: