Neta V-II, Mobil Listrik Bekasi Siap Menembus Pasar Global

Neta V-II, Mobil Listrik Bekasi Siap Menembus Pasar Global--free pik.com
PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Indonesia terus menunjukkan kemajuan pesat dalam industri mobil listrik, dengan pabrik-pabrik dalam negeri yang semakin produktif.
Salah satu inovasi terkini adalah Neta V-II, mobil listrik yang diproduksi di pabrik PT Handal Indonesia Motor di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.
Meskipun PT Neta Auto Indonesia belum melakukan investasi besar untuk membangun pabrik sendiri, mereka telah memanfaatkan fasilitas manufaktur yang ada untuk mulai memproduksi kendaraan listrik ini.
Pabrik di Bekasi ini sebelumnya digunakan untuk memproduksi mobil Hyundai dan memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 27 ribu unit.
BACA JUGA:Viral Soal Khodam, lantas Bagaimana hukumnya dalam Pandangan Islam ? simak penjelasanya !
Namun, kapasitas ini belum digunakan secara maksimal. Untuk memulai produksi Neta V-II, PT Neta Auto Indonesia memilih jalur CKD (Completely Knock Down), di mana mobil dirakit dari komponen-komponen yang dikirim dalam bentuk terurai.
Strategi ini memungkinkan mereka untuk segera memulai produksi tanpa harus membangun fasilitas baru dari nol.
Dalam upaya meningkatkan kandungan lokal, Neta juga bekerja sama dengan PT Gotion Green Energy Solution untuk memasok baterai lithium ferro phosphate (LFP).
Dengan kemitraan ini, Neta V-II berhasil mencapai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) lebih dari 40 persen. Pencapaian ini membawa manfaat signifikan, termasuk insentif dari pemerintah berupa diskon PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen.
BACA JUGA:3 Persen Formasi CPNS dan CPPPK Palembang Untuk Kalangan Disabilitas
Tidak hanya fokus pada pasar domestik, Neta V-II juga diharapkan bisa menembus pasar internasional. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perindustrian, mendukung penuh upaya ini.
Dalam kunjungan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ke Beijing pada 12 Juni lalu, Indonesia diresmikan sebagai basis produksi untuk empat merek mobil listrik asal Tiongkok, termasuk Neta.
Wakil Presiden Neta Auto, Zhou, menyatakan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai hub produksi mobil listrik setir kanan untuk pasar ekspor. Selain itu, mereka berkomitmen untuk meningkatkan TKDN hingga 60 persen pada akhir 2026.
Pemerintah Indonesia juga memiliki target ambisius untuk produksi kendaraan listrik. Pada tahun 2030, diharapkan produksi mencapai 600 ribu unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber