Benteng Somba Opu Gowa: Profil, Sejarah, dan Daya Tarik Wisatanya

Benteng Somba Opu Gowa: Profil, Sejarah, dan Daya Tarik Wisatanya--ig.com/@upt.tb.bentengsombaopu
PALEMBANG, PALTV.CO.ID,- Benteng Somba Opu adalah salah satu situs sejarah yang terkenal di Sulawesi Selatan, menarik banyak wisatawan yang ingin mengetahui lebih banyak tentang masa lalu Makassar dan Kerajaan Gowa.
Benteng Somba Opu adalah simbol perlawanan rakyat Makassar dan Kerajaan Gowa terhadap kolonial Belanda. Saat ini benteng ini telah menjadi ikon pariwisata sejarah di Sulawesi Selatan.
Lokasi benteng ini berada di Jalan Daeng Tata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diapit oleh Sungai Balang Baru dan Sungai Je'neberang.
Menurut laman Jalur Rempah Kemdikbud RI, Benteng Somba Opu dibangun oleh Sultan Gowa ke-IX, Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi Kallonna pada tahun 1525.
BACA JUGA:Lanal Palembang Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Kurang Lebih Rp 60 Miliar
Pembangunan benteng ini tidak selesai dalam satu periode kekuasaan dan dilanjutkan oleh Raja Gowa ke-XII, Karaeng Tunijallo, dan Sultan Alauddin. Benteng ini kemudian diperbaiki dan dijadikan pusat perniagaan dan pemerintahan Kerajaan Gowa oleh Sultan Hasanuddin.
Pada abad ke-16, benteng ini menjadi pusat perdagangan rempah-rempah yang ramai dikunjungi pedagang dari Asia dan Eropa.
Setelah Daeng Matanre Karaeng To Mapa'risi Kallonna memindahkan pusat kerajaan ke Somba Opu, benteng ini menjadi ibu kota Kerajaan Gowa yang telah menyatu dengan Kerajaan Tallo.
Benteng Somba Opu berkembang menjadi pusat pemukiman dan kota. Penduduk di sekitar benteng bukan hanya warga Gowa, tetapi juga pedagang dari berbagai negara seperti Denmark, Inggris, Portugis, dan Gujarat.
BACA JUGA:Proyek 2GD Compound Turbo Daily Spec Akhirnya Selesai
Pedagang ini memiliki kantor dan loji yang didirikan di dekat benteng serta pasar dan pusat keramaian di muara Sungai Je'neberang.
Namun, hingga akhir abad ke-15, Makassar belum menjadi pusat perdagangan di Nusantara. Perubahan besar terjadi pada abad ke-16 ketika pedagang Muslim dari Malaka yang direbut Portugis pada tahun 1511 pindah ke Makassar.
Kedatangan pedagang Muslim ini menjadi fondasi terbentuknya pelabuhan entrepôt baru di Nusantara bagian timur.
Kemajuan Makassar dengan sistem perdagangan bebas menjadi ancaman bagi VOC yang sedang menegakkan monopoli perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Pedagang Makassar berhasil menembus monopoli Belanda yang diterapkan di Maluku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber