Waspada DBD: Kenali Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti Di Lingkungan Kita

 Waspada DBD: Kenali Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti Di Lingkungan Kita

Mengenal Siklus Hidup Nyamuk Aedes, Penyebab Demam Berdarah--freepik

Kepala  

Kepala mengandung banyak organ yang membantu lalat makan, melihat dan mencium. Kategorinya adalah: Antena: Organ panjang seperti bulu  yang mendeteksi oksigen dari pernapasan dan pergerakan udara. Mata: Dua mata majemuk besar yang mendeteksi gerakan. 

Palps: Indera penciuman merupakan organ di antara antena. Bekantan: Pada nyamuk betina, mulutnya menembus kulit manusia atau hewan dan menghisap darah. 

Toraks

Bagian toraks atau dada nyamuk terhubung ke kepala. Sayap dan kakinya menempel pada sirip. Kategorinya adalah: Halter: Organ kecil mirip sayap yang digunakan untuk mengubah arah saat terbang. 

Sayap: Nyamuk mempunyai dua sayap  untuk terbang.  Kaki: Seperti serangga lainnya, nyamuk memiliki enam kaki. Femur: Bagian atas kaki. 

Tibia: bagian tengah kaki. Kaki: Ujung kaki  membantu nyamuk berjalan dan berjalan di atas air. diam Lambung terhubung dengan panggul dan berfungsi sebagai  bagian dari lambung, usus, dan paru-paru.

Pembahasan siklus hidup  dan fisiologi nyamuk. Penting untuk berhati-hati agar tidak terkena gigitan nyamuk, karena dapat menularkan penyakit.

Harus diperhatikan ciri-ciri nyamuk demam berdarah, biasanya orang mencirikan nyamuk aedes dengan corak hitam puti dibagian kaki dan badannya, harus jaga kondisi, linkungan, dan situasi supaya terhidar dari penyakit demam berdarah ini ya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber