Jualan dari Resep Youtube: Warga Kayuagung Baru 3 Hari Buka Sudah Ramai Pembeli

Kedai Raja Liwet di Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyajikan menu makanan khas Sunda nasi liwet.-Novan Wijaya-PALTV
OKI, PALTV.CO.ID - Mencicipi nasi liwet tidak harus ke daerah asalnya Sunda. Di Kota Kayuagung pun nasi liwet sudah dijual dan biasanya jadi menu pilihan yang simple orang-orang yang ingin makanan dengan rasa gurih dan enak.
Salah satu kedai nasi liwet di Kayuagung yakni milik Yeni (36 tahun) yang belajar masak nasi liwet dari Youtube. Baru saja 3 hari membuka jualan nasi liwet namun dia sudah memiliki pembeli tetap dan banyak yang mampir penasaran dengan rasa nasi liwet buatannya.
Masakan khas Sunda nasi liwet saat ini sedang populer menyaingi nasi uduk. Sama sama menggunakan santan kelapa namun nasi liwet lebih lengkap dengan taburan ikan teri dan harum khas daun jeruk purut.
Dia terinspirasi menjual nasi liwet karena di Kayuagung sendiri jarang menjual makanan yang berasal dari luar kota Kayuagung.
BACA JUGA:‘Tradisi Berkarang’ Tumbuhkan Rasa Kebersamaan Masyarakat Musi Banyuasin
Padahal nasi liwet ini khas dan membuat ketagihan bagi yang pernah mencicipinnya. ''Saya kan hobi masak jadi membuat nasi liwet untuk jualan karena saya anggap nasi ini unik,'' ujar Yeni di warung nasi liwetnya.
Untuk satu porsi nasi liwet di warung Yeni ini dijual dengan harga Rp20.000. Tentu saja dengan lauk yang bisa dipilih.
''Masih standar dan setara dengan harga-harga warung makan pada umumnya,''katanya.
Yeni juga menjelaskan, nasi liwet ini dibuatnya dengan sistim moderen yakni menggunakan rice cooker. Seperti petunjuk yang banyak di share di media sosial.
BACA JUGA:Mitsubishi XForce Hybrid Salah Satu Produk Unggulan yang Akan Dipasarkan di Indonesia
Kedai Raja Liwet melayani pelanggan dengan baik.-Novan Wijaya-PALTV
Pembuatan nasi liwet ini rata-rata sama. Tapi dirinya menambahkan racikan khusus sehingga memberikan rasa yang agak berbeda dari nasi liwet lainnya.
Kunci keberhasilan dari nasi liwet ini tentu saja terletak pada beras. Beras yang digunakan harus pulen bukan beras dengan tekstur nasi yang remah atau hancur.
Karena nasi liwet ini cenderung lembut. Sementara beras yang ketika menjadi nasi bertekstur agak keras atau remah lebih cocok dibuat nasi goreng, bukan nasi liwet apalagi nasi uduk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: paltv