Morbidelli C252V Saat Menikung: Antara Sains dan Sensasi Balap
Morbidelli C252V menghadirkan stabilitas saat menikung lewat perpaduan sasis--foto: chat gpt
Seorang pembalap tim satelit yang mencoba motor ini mengatakan, “Saat menikung, motor terasa seperti ingin ‘menangkap’ setiap gerakan tubuh saya — positive, tapi juga mengharuskan saya memberi sinyal lebih awal dan commit lebih kuat.”
Gaya Pembalap vs Karakter Motor
Tidak bisa dipungkiri, karakter motor sangat dipengaruhi oleh gaya pembalap. Franco Morbidelli sendiri terkenal dengan gaya halus dan smooth ketika memasuki tikungan. Hal ini membantu C252V ‘bernapas’ dalam setiap lekukan tanpa kehilangan momentum.

sensasi balap Morbidelli C252V di tikungan--Foto: youtube OTOMOTIF TV
Namun tak semua pembalap merasa cocok dengan karakter ini. Beberapa pembalap yang lebih agresif dalam menikung melaporkan sensasi yang berbeda:
“Motor menarik dengan cara yang unik — kamu bisa late braking dengan agresif, tapi jika tidak tepat memasuki apex, kamu bisa kehilangan traksi lebih cepat,” ujar pembalap lain yang mencoba set-up berbeda.
Suspensi & Ban: Titik Kritis di Tikungan
Kinerja C252V saat menikung tak lepas dari interaksi suspensi dan ban. Ban yang digunakan dalam MotoGP selalu berada pada puncak teknologi, tetapi bagaimana ban ini bekerja dalam selubung suspensi motor adalah kunci.
Pendekatan aerodinamis C252V memengaruhi downforce saat menikung. Dengan desain fairing yang baru, tekanan udara pada ban saat menikung cepat tampaknya lebih konsisten — ini berarti motor memiliki traction lebih baik saat keluar tikungan. Namun, tantangan muncul pada tikungan yang lebih lambat dan lebih tajam.
Seorang analis ban menambahkan, “Ban akan selalu bekerja optimal jika gaya yang diterapkan padanya konsisten. Pada C252V, distribusi gaya saat menikung punya karakter yang unik — Anda bisa mendapatkan performa maksimal, tapi batasannya lebih sempit.”
Strategi Tim: Menyempurnakan Set-Up Tikungan
Beberapa tim yang menggunakan C252V cenderung melakukan penyesuaian pada:
* Preload fork — untuk menyeimbangkan sudut serang pada tikungan tajam.
* Rebound damping — guna membantu motor kembali stabil saat keluar dari tikungan.
* Geometry steering — sedikit perubahan pada steering rake dan trail untuk memberi kepercayaan lebih.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber
