1.243 Kasus Campak di Sumsel, Masyarakat Diminta Segera Vaksinasi Anak
Dinas Kesehatan Sumsel telah melaksanakan ORI atau imunisasi ulang tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. --Foto : M. Aidil - PALTV
Lebih lanjut, Ira mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular, bahkan tingkat penularannya jauh lebih tinggi dibandingkan COVID-19.
“Campak ini sangat menular, lebih menular dari COVID-19. Kalau COVID-19 satu orang bisa menginfeksi tiga sampai empat orang, kalau campak satu orang bisa menginfeksi 16 sampai 18 orang,” katanya.
Menurutnya, tingginya kasus campak juga dipengaruhi masih adanya anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Padahal, vaksin campak diberikan dalam tiga tahap, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di kelas 1 sekolah dasar.
“Karena tidak divaksin, anak tidak mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal, yaitu usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD,” ungkapnya.
BACA JUGA:Sistem Pendingin Canggih Nokia, Rahasia Performa Stabil Tanpa Panas Berlebih
BACA JUGA:Mode Video Sinematik Nokia X90 Pro Max 2026: Fitur Profesional untuk Konten Berkualitas Tinggi
Ia menjelaskan, gejala campak umumnya ditandai dengan demam, muncul ruam merah di seluruh tubuh, serta dapat disertai mual, muntah, hingga diare.
“Kalau sudah terkena campak, segera lakukan pengobatan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Karena ini virus, kita juga harus tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Sumsel pun mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tidak mengabaikan pentingnya imunisasi campak bagi anak. Vaksinasi dinilai menjadi langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut.
“Jangan lupa kepada orang tua untuk memberikan vaksin campak pada anaknya,” tutup Ira.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id

