Bukit Asam PT. BA

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H, Jatuh pada 20 Maret 2026

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H, Jatuh pada 20 Maret 2026

Penetapan Idul Fitri 1447 H oleh Muhammadiyah 20 Maret 2026--Foto : Suryadi - PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada tanggal 20 Maret 2026.

Penetapan ini kembali menegaskan konsistensi persyarikatan dalam menggunakan metode hisab sebagai dasar penentuan awal bulan Hijriah, termasuk bulan Syawal yang menandai berakhirnya Ramadan.

Ketua DPW Muhammadiyah Sumatera Selatan, H. Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah menggunakan sistem hisab sejak tahun 1938 dalam menentukan kalender Hijriah.

Sistem hisab merupakan metode perhitungan astronomi yang didasarkan pada ilmu falak, yakni dengan menghitung secara cermat dan ilmiah pergerakan bulan, bumi, dan matahari yang bersifat konstan serta dapat diprediksi secara akurat.


Sistem hisab merupakan metode perhitungan astronomi yang didasarkan pada ilmu falak, yakni dengan menghitung secara cermat dan ilmiah pergerakan bulan, bumi, dan matahari yang bersifat konstan serta dapat diprediksi secara akurat.--Foto : Suryadi - PALTV

BACA JUGA:Vonis Lepas Dianulir di Kasasi, Pihak IY Pertimbangkan Upaya PK

BACA JUGA:Cik Ujang Minta PT Tirta Sriwijaya Maju Tingkatkan Layanan Air Bersih

Menurut Ridwan, metode ini memungkinkan penentuan awal bulan kamariah dilakukan jauh hari sebelumnya tanpa harus menunggu rukyatul hilal atau pengamatan langsung terhadap bulan sabit. 

“Sejak 1938, Muhammadiyah telah menetapkan penggunaan hisab sebagai metode resmi dalam menentukan tahun Hijriah dan bulan-bulan lainnya.Perhitungan ini dilakukan secara ilmiah dengan mengkaji peredaran bulan mengelilingi bumi serta pergerakan bumi mengelilingi matahari. Karena sifat pergerakannya yang tetap dan teratur, maka hasilnya dapat diprediksi dengan tepat,” ujarnya, Rabu,(4/3/2026).

Ridwan menambahkan bahwa penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah pada tanggal 20 Maret 2026 sepenuhnya ditentukan melalui hasil hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Dalam metode ini, awal bulan ditetapkan apabila secara perhitungan astronomi hilal telah wujud atau sudah berada di atas ufuk, meskipun belum tentu terlihat secara kasatmata.

BACA JUGA:Kasus Penjualan Lahan Negara 1.541 Hektare, Lukman Dituntut 6 Tahun Penjara UP 4,2 Miliar

BACA JUGA:Kakanwil Kemenkum Sumsel Tegaskan Komitmen Pengembangan Karier ASN melalui Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat


Ketua DPW Muhammadiyah Sumsel Ridwan Hayatuddin menyampaikan penetapan Idul Fitri 1447 H.--Foto : Suryadi - PALTV

Penetapan ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam mengedepankan pendekatan keilmuan dalam praktik keagamaan. Bagi Muhammadiyah, penggunaan hisab bukan sekadar pilihan teknis, melainkan bagian dari ijtihad ilmiah yang memadukan nilai-nilai syariat dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id