Ribuan Warga Muhammadiyah Palembang Gelar Salat Idulfitri Lebih Awal
Ribuan warga Muhammadiyah di Palembang melaksanakan Salat Idulfitri lebih awal dengan khidmat, diikuti jamaah dari berbagai wilayah kota.--PALTV
PALEMBANG,PALTV.CO.ID- Ribuan warga Muhammadiyah di Kota PALEMBANG melaksanakan Salat Idulfitri lebih awal, mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal berdasarkan metode hisab atau perhitungan astronomi.
Pelaksanaan salat berlangsung pada Jumat pagi di Masjid Jami’ serta halaman Komplek Muhammadiyah Balayudha Palembang.
Sejak pagi hari, jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak, telah memadati lokasi tersebut.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ilir Timur I Palembang, Ridwansyah, mengatakan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri ini merupakan keputusan resmi organisasi yang diikuti oleh seluruh warga Muhammadiyah di Indonesia.
BACA JUGA:Jembatan Ampera Ditutup Sementara Saat Salat Idul Fitri, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Palembang
“Pelaksanaan Salat Idulfitri hari ini merupakan keputusan resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang berlaku bagi seluruh warga Muhammadiyah di Indonesia,” ujar Ridwansyah.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ilir Timur 1 Palembang, Ridwansyah--PALTV
Ia juga menyebutkan, jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar tiga ribu orang, dengan seluruh area yang disediakan terisi penuh. Salat Idulfitri di lokasi tersebut dipimpin oleh Ridwan Hayatuddin sebagai imam dan khatib.
Muhammadiyah sendiri menetapkan awal Idulfitri menggunakan metode hisab, yakni sistem perhitungan astronomi yang telah ditentukan jauh hari sebelumnya.
Sementara itu, General Manager PALTV, Sri Pebriandi, turut menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim. Ia berharap momentum Idulfitri dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi.

General Manager Paltv, Sri Pebriandi--PALTV
“Meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri, kami berharap masyarakat tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan mempererat silaturahmi,” kata Sri Pebriandi.
Ia menambahkan, perbedaan dalam penentuan hari raya seharusnya tidak menjadi penghalang untuk menjaga kerukunan antarumat beragama.
Momentum Idulfitri juga dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian sosial, mempererat hubungan antar sesama, serta bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

