STIHPADA Gelar FGD, Pertegas Arah Pendidikan Hukum 2026
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai upaya pertegas arah pendidikan hukum 2026.-Aidil-PALTV
PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Reorientasi Strategis Arah Kebijakan STIHPADA 2026 dalam Penguatan Pendidikan Hukum Unggul dan Berdaya Saing Global".
Kegiatan FGD ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan arah pengembangan institusi, khususnya dalam penyusunan visi, misi, serta kurikulum pendidikan hukum yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua STIHPADA Firman Freaddy Busroh mengatakan FGD ini merupakan bagian dari proses evaluasi dan perencanaan menyeluruh terhadap sistem pendidikan yang ada.
“Kegiatan ini membahas mulai dari penyusunan visi dan misi hingga kurikulum STIHPADA itu sendiri. Untuk itu kami mengundang berbagai pihak terkait, stakeholder, user, serta alumni untuk memberikan masukan demi kemajuan STIHPADA,” ujarnya.
BACA JUGA:2 Sepeda Motor Warga Bukit Baru Digondol Maling, Aksi Para Pelaku Terekam CCTV
BACA JUGA:Audisi Pencarian Bakat Membludak di Sekayu, Bupati Toha Berikan Semangat Kepada Ribuan Peserta

Firman Freaddy Busroh, Ketua STIHPADA.-Aidil-PALTV
Firman Freaddy Busroh menjelaskan, keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memberikan perspektif yang komprehensif dalam menyusun arah kebijakan pendidikan ke depan.
“Tentunya target kami ke depan adalah memperkuat pendidikan hukum yang unggul dan menjadikan STIHPADA semakin mampu berdaya saing di tingkat global. Selain itu, dari sisi pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat, kami ingin semuanya lebih memberikan manfaat nyata,” katanya.
Menurutnya, penguasaan ilmu hukum saat ini menjadi kebutuhan mendasar di tengah dinamika kehidupan modern.
“Penting sekali menguasai ilmu hukum, karena hampir di semua lini kehidupan, baik di pemerintahan maupun masyarakat, tidak terlepas dari hukum. Apalagi saat ini Indonesia juga memiliki pengaruh di tingkat global, sehingga pemahaman hukum menjadi sangat penting,” jelasnya.
BACA JUGA:Viral! Matahari Angkat Kaki dari IP Mall, Ini Pemicunya !!
BACA JUGA:Minyakita Hilang di Pasar Sekip Ujung, Harga Melonjak di Atas HET
Lebih lanjut, ia berharap hasil FGD ini dapat menjadi landasan kuat dalam merancang kurikulum yang relevan dan aplikatif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv

