Menjaga Warisan Ramadhan Lewat Bubur Suro di Masjid Al Mahmudiyah Suro
Warga bergotong royong memasak bubur suro di halaman Masjid Al Mahmudiyah Suro--Foto : M. Aidil - PALTV

setiap hari pihak masjid menyiapkan kurang lebih 500 porsi untuk dibagikan menjelang waktu magrib. --Foto ; M. Aidil - PALTV
Dalam satu kali proses memasak, sebanyak 10 kilogram beras dimasak dan diaduk selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit hingga mengental. Setelah matang, dua kilogram daging dan satu kilogram tetelan yang telah direbus sebelumnya dicampurkan ke dalam bubur.
Bumbu halus seberat dua setengah kilogram kemudian ditambahkan bersama seperempat bungkus penyedap, empat ons garam kasar, serta tiga botol kecap asin. Semua bahan diaduk hingga merata, menghasilkan bubur suro dengan cita rasa gurih khas yang menjadi ciri masjid tersebut.
Setelah sholat ashar, ratusan mangkuk bubur mulai dibagikan. Di tengah kesibukan kota, tradisi bubur suro di Masjid Al Mahmudiyah Suro tetap bertahan sebagai simbol kebersamaan, sedekah, dan kesinambungan warisan Ramadhan dari generasi ke generasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id

