Dari Kalung Pending hingga Mamuli, Kilau Emas dalam Balutan Budaya Indonesia
perhiasan ini menjadi simbol identitas budaya sekaligus karya seni bernilai tinggi.--ig@myshofanation
PALTV.CO.ID,- Perhiasan emas etnik Indonesia merupakan cerminan kekayaan budaya Nusantara yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Setiap detail desainnya tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan makna filosofis yang mendalam.
Dari ukiran halus hingga bentuk yang megah dan berkarakter kuat, perhiasan ini menjadi simbol identitas budaya sekaligus karya seni bernilai tinggi.
Berbeda dengan perhiasan modern yang cenderung minimalis, perhiasan emas etnik Indonesia menonjolkan detail rumit serta bentuk yang penuh ornamen.
Motif-motif kalung emas tradisional seperti Borobudur Mamuli dari Sumba, hingga pola ukiran tribal khas berbagai daerah menjadi inspirasi utama.
BACA JUGA:Danantara Targetkan Perampingan Besar-Besaran BUMN, Entitas Dipangkas dari 1.043 Jadi 300
BACA JUGA:Vivo V70 Series Diluncurkan di India dengan kamera ZEISS, hadirkan model Elite baru
Sentuhan tradisional tersebut menjadikan setiap perhiasan terasa eksotis, berwibawa, dan memiliki ciri khas yang sulit ditemukan pada desain internasional.
Motif Borobudur (Lavani)
Salah satu inspirasi paling populer dalam perhiasan etnik adalah detail relief dan arsitektur dari Candi Borobudur.
Motif ini banyak diadaptasi dalam koleksi Lavani, termasuk model Kalung Legok dan Laksmi.
Desainnya menonjolkan pola geometris serta detail relief yang menyerupai stupa dan ornamen dinding candi.
Keunikan kalung ini terletak pada teknik pengerjaan seperti dovetail yang membuat tiap bagian menyatu dengan presisi tinggi.
Tidak hanya menggunakan emas kuning klasik, beberapa desain memadukan rose gold dan black gold untuk menciptakan kontras warna yang elegan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

