Dari Kalung Pending hingga Mamuli, Kilau Emas dalam Balutan Budaya Indonesia
perhiasan ini menjadi simbol identitas budaya sekaligus karya seni bernilai tinggi.--ig@myshofanation

Motif-motif kalung emas tradisional seperti Borobudur Mamuli dari Sumba--ig@tevijelita
Perpaduan ini menghasilkan tampilan yang klasik sekaligus modern, cocok dikenakan pada acara formal maupun prosesi adat.
BACA JUGA:Ratusan Jamaah Ikuti Pesantren Ramadhan di Masjid Cheng Ho Palembang
BACA JUGA:Tablet Ringan yang Tak Mudah Ngadat, Ini Keunggulan Honor Pad X8b
Kalung Legok dan Laksmi tampil dengan bentuk yang tegas namun tetap anggun.
Ukiran yang detail memberikan kesan mewah tanpa terlihat berlebihan.
Inilah yang membuatnya sering dipilih sebagai pelengkap busana tradisional dalam pernikahan atau acara resmi.
Mamuli dari Sumba
Selain motif Borobudur, Mamuli dari Sumba juga menjadi ikon penting dalam dunia perhiasan etnik.
Mamuli memiliki bentuk khas menyerupai organ reproduksi perempuan yang melambangkan kesuburan dan kehidupan.
Secara tradisional, Mamuli digunakan sebagai bagian dari mahar atau simbol status sosial.
Dalam versi modern, Mamuli dibuat dalam bentuk anting, liontin, atau kalung dengan sentuhan lebih halus namun tetap mempertahankan ciri aslinya.

perhiasan emas etnik Indonesia menonjolkan detail rumit serta bentuk yang penuh ornamen.--ig@umbu_rocky
Perhiasan ini biasanya dibuat dengan ukuran cukup besar dan detail pahatan yang kuat, menonjolkan karakter khas Sumba yang tegas dan artistik.
Keindahan Mamuli terletak pada kesederhanaan bentuknya yang sarat makna.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

