Dari Kalung Pending hingga Mamuli, Kilau Emas dalam Balutan Budaya Indonesia
perhiasan ini menjadi simbol identitas budaya sekaligus karya seni bernilai tinggi.--ig@myshofanation
BACA JUGA:Infinix Note 60 Pro 5G Mimpi Buruk Penggemar
BACA JUGA:Bukan Main! MG Majester Jadi SUV Termahal MG
Walau tidak selalu dihiasi batu permata, pesonanya tetap memikat karena simbolisme budaya yang melekat erat.
Kalung Pending Madura
Dari Pulau Madura, dikenal pula Kalung Pending yang memiliki desain besar dan mencolok.
Perhiasan ini kerap digunakan dalam pernikahan adat sebagai simbol kemakmuran dan kehormatan keluarga.
Bentuknya lebar dengan ornamen detail yang memenuhi hampir seluruh permukaan kalung.
Kalung Pending biasanya dipadukan dengan batu permata berwarna cerah seperti merah, hijau, atau biru untuk menambah kesan glamor.
Kombinasi emas dengan batu tersebut menciptakan tampilan megah yang langsung menarik perhatian.
Karena ukurannya yang cukup besar, kalung ini sering menjadi pusat perhatian dalam keseluruhan busana adat.
Selain untuk pernikahan, Kalung Pending juga dikenakan dalam upacara resmi dan pertunjukan budaya.
Desainnya yang kokoh mencerminkan karakter masyarakat Madura yang kuat dan penuh semangat.
BACA JUGA:Apel Kesiapsiagaan Ramadhan 1447 H, Polres Ogan Ilir Siap Jaga Kamtibmas
BACA JUGA:Penjualan Kurma di Pasar 10 Ulu Palembang Menurun
Perhiasan ini umumnya menggunakan kadar emas 18K hingga 22K sering menjadi pilihan utama karena memiliki komposisi campuran logam lain yang membuatnya lebih keras dan tahan terhadap goresan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

