Dugaan Keracunan MBG di SMPN 31 Palembang Dilaporkan ke Polisi

Dugaan Keracunan MBG di SMPN 31 Palembang Dilaporkan ke Polisi

SMPN 31 Palembang--Foto : Ilham Wahyudi - PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID — Dinas Pendidikan Kota PALEMBANG melaporkan dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di SMP Negeri 31 PALEMBANG kepada pihak kepolisian dan Badan Gizi Nasional (BGN). 

Dugaan keracunan tersebut dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi roti yang diduga telah kedaluwarsa pada Jumat lalu.

Terkait kejadian tersebut, Dinas Pendidikan Kota Palembang bersama pihak sekolah langsung mengambil langkah dengan melaporkan peristiwa ini ke aparat penegak hukum guna penyelidikan lebih lanjut. 


Sampel roti MBG diamankan untuk uji laboratorium oleh pihak terkait.--Foto : Ilham Wahyudi - PALTV

Dugaan keracunan awalnya dialami oleh lima siswa setelah menyantap roti dari program makan bergizi gratis.

BACA JUGA:Tawaf Wada Penuh Air Mata, 433 Jemaah Umroh Holiday Angkasa Wisata Pamitan dari Tanah Suci

BACA JUGA:Warga Asal Medan Luka Kepala, Jadi Korban Pengeroyokan di Seberang Ulu I Palembang,

Kepala SMP Negeri 31 Palembang, Taufik Hidayat, membenarkan bahwa roti yang dikonsumsi siswa dalam kondisi tidak layak. Ia menyebutkan ditemukan roti yang sudah berjamur serta adanya dugaan manipulasi tanggal kedaluwarsa pada kemasan.


Kepala SMP Negeri 31 Palembang, Taufik Hidayat, membenarkan bahwa roti yang dikonsumsi siswa dalam kondisi tidak layak. Ia menyebutkan ditemukan roti yang sudah berjamur serta adanya dugaan manipulasi tanggal kedaluwarsa pada kemasan.--Foto : Ilham Wahyudi - PALTV

“Benar, siswa mengonsumsi roti yang sudah berjamur atau kedaluwarsa. Kami menemukan label tanggal kedaluwarsa lama yang ditutupi dengan label baru bertanggal 1 Februari 2026. Setelah itu, pihak sekolah langsung menarik kembali seluruh roti tersebut,” ujar Taufik Hidayat.

Pasca kejadian, Dinas Pendidikan Kota Palembang melalui pihak sekolah telah melaporkan dugaan keracunan ini ke pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan. Selain itu, sampel roti yang dikonsumsi para siswa juga telah diamankan untuk menjalani uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

Taufik menambahkan, seluruh siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan medis kini telah diperbolehkan pulang dari puskesmas. Namun, berdasarkan data sementara, jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan bertambah.

BACA JUGA:Pelaku Pencurian Kabel Lampu Jalan Diamankan Polisi di Bawah Jembatan Musi VI

BACA JUGA:Mengapa Perhiasan Berbahan Emas 18 Karat Dianggap Paling Ideal?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id