Perak Tembus US$100 per Ounce! Tapi Kenapa Banyak Orang Gagal Menjualnya?
logam mulia yang kerap dijuluki “emas rakyat” ini menembus level psikologis US$100 per ounce.--chatgpt image
PALTV.CO.ID,- Harga perak akhirnya mencetak sejarah. Untuk pertama kalinya, logam mulia yang kerap dijuluki “emas rakyat” ini menembus level psikologis US$100 per ounce.
Pada akhir pekan 24 Januari 2026, harga perak murni .999 diperdagangkan di kisaran US$103,30 per ounce—angka yang selama ini dianggap mustahil oleh banyak investor ritel.
Namun euforia tersebut langsung berbenturan dengan kenyataan pahit di lapangan.
Sebuah unggahan viral di platform X justru membuka sisi gelap dari kepemilikan perak fisik: ternyata menjualnya tidak semudah melihat angka di layar grafik.
Unggahan Viral yang Membakar Perdebatan
BACA JUGA:Dari Pahit ke Bangkit: Strategi Ford Rebut Kembali Hati Konsumen Indonesia
BACA JUGA:Lupakan Versi Ultra, Poco F8 Pro Ternyata Gila!
Akun X bernama Stoic Trader menghebohkan media sosial setelah mengaku “duduk di atas 1.000 ounce batang perak” namun kesulitan menjualnya.
Ia mengklaim para pedagang logam mulia hanya mau membeli dengan harga 30% di bawah spot, sementara pabrik dan bank bahkan menolak mentah-mentah.
“Saya mengikuti semua nasihat klasik: beli fisik. Tapi saat ingin menjual, semuanya berubah,” tulisnya.
Unggahan ini langsung meledak, menuai ribuan likes dan komentar panas.

harga perak murni .999 diperdagangkan di kisaran US$103,30 per ounce--Chat GPT image
Tak sedikit yang menuduh klaim tersebut berlebihan. Salah satu akun populer, Stock Guru Trades, bahkan menyebutnya omong kosong.
Menurutnya, hampir semua toko emas dan perak bersedia membeli dengan harga sekitar 96% dari spot. Tantangan pun dilempar: Stoic Trader menawarkan 5% dari hasil penjualan jika ada yang bisa membuktikan klaim itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber
