Perak Tembus US$100 per Ounce! Tapi Kenapa Banyak Orang Gagal Menjualnya?
logam mulia yang kerap dijuluki “emas rakyat” ini menembus level psikologis US$100 per ounce.--chatgpt image
BACA JUGA:Polisi Temukan Jenazah Christina di Antara Pohon Sawit di Banyuasin
BACA JUGA:Samsung diduga membocorkan salah satu fitur penjualan terbesar Galaxy S26 Ultra
Pedagang juga mengungkap bahwa perak generik sering kali memerlukan pengujian tambahan, yang otomatis menekan harga beli.
Pelajaran Penting Bagi Investor Perak
Kepemilikan 1.000 ounce sebenarnya bukan masalah besar bagi dealer. Namun tanpa spesifikasi produk yang jelas—apakah Eagles atau perak generik—diskon besar memang tak terhindarkan.
Kisah viral ini menjadi pengingat keras bahwa investasi logam mulia fisik bukan hanya soal beli dan tunggu harga naik. Ada gesekan nyata saat menjual, dan ekspektasi yang terlalu ideal bisa berujung kecewa.
Jangan Terbuai Narasi Media Sosial
Perak fisik tetap likuid, tapi tidak bebas hambatan. Diskon adalah bagian dari permainan. Silver Eagles menikmati perlakuan istimewa, sementara perak generik harus rela dipangkas lebih dalam. Dan yang paling penting: cerita viral di media sosial tidak selalu mencerminkan realitas pasar.
BACA JUGA:Kesaksian Harnojoyo di Persidangan: Pembongkaran Pasar Cinde hingga Polemik BPHTB
BACA JUGA:Dari Keramaian Event, UMKM Menemukan Jalan Bertumbuh
Bagi investor, pelajarannya jelas:
Siapkan mental untuk diskon
Bandingkan banyak dealer
Pahami produk yang Anda pegang
Dan jangan menelan mentah-mentah klaim viral tanpa verifikasi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber
