Perak Tembus US$100 per Ounce! Tapi Kenapa Banyak Orang Gagal Menjualnya?

Perak Tembus US$100 per Ounce! Tapi Kenapa Banyak Orang Gagal Menjualnya?

logam mulia yang kerap dijuluki “emas rakyat” ini menembus level psikologis US$100 per ounce.--chatgpt image

BACA JUGA:Yamaha Fazzio Hybrid Tampil Lebih Segar, Warna dan Grafis Baru Bidik Gen Z

BACA JUGA:GPS Modern dan Smart City: Menata Kota Lewat Data Lokasi

Lalu, siapa yang benar?

Menguji Klaim: Apa Kata Pedagang Perak Sebenarnya?

Untuk mencari jawabannya, sejumlah toko logam mulia di empat negara bagian AS—Massachusetts, Florida, Texas, dan Connecticut—dihubungi. Hasilnya cukup konsisten, namun tidak sepenuhnya seindah harapan investor ritel.

Perak memang bisa dijual. Tapi tidak semua perak diperlakukan sama.

Mayoritas pedagang menyatakan hanya benar-benar agresif membeli American Silver Eagles, koin resmi yang dicetak pemerintah AS. Alasannya sederhana: likuiditas tinggi, mudah dikenali secara global, dan risiko pemalsuan jauh lebih kecil.

BACA JUGA:GPS Modern dan Smart City: Menata Kota Lewat Data Lokasi

BACA JUGA:Harga Perak Palembang Naik Seiring Lonjakan Emas

Beberapa toko di Florida bahkan mengaku telah “membekukan” pembelian perak generik, hanya menerima Silver Eagles—terutama dalam jumlah besar seperti tabung berisi 20 koin.

Diskon Nyata: Bukan 30%, Tapi Tetap Menyakitkan

Dari hasil penelusuran, diskon memang nyata, namun tidak sedalam klaim Stoic Trader.

Florida: Perak generik dibeli sekitar US$90 per ounce (diskon ±12,9%)

Silver Eagles dibeli sekitar US$95 per ounce (diskon ±8%)

Texas: Penawaran terendah ditemukan di sini

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber