Saham BatuBara Paling Sering Bagi Deviden : Gambaran Investasi Saham Bagi Pemula

Rabu 13-09-2023,11:45 WIB
Reporter : Hanida Syafrina
Editor : Hanida Syafrina

Beberapa analisa terhadap saham batubara menyebutkan bahwa meskipun sebagian besar perusahaan batubara sedang mencoba alternatif akuisisi atau investasi di perusahaan energi baru dan terbarukan.

Meskipun nasib batubara semakin lama kian menipis,namun untuk beberapa puluh tahun ke depan, batubara sebagai bahan dasar pembangkit listrik tetap akan terpakai.

Meskipun harga batubara cenderung turun, tetap saja saham batubara tetap meraih cuan.

Bahkan banyak yang optimis, penurunan harga batubara tidak mempengaruhi saham batubara bahkan pada kinerja perusahaan tahun 2023 yang akan membagikan deviden tahun 2024.

BACA JUGA:Orang Gila Adalah Orang yang Paling Bahagia ! Kok Bisa ? Simak Penjelasan Medis dan Analisa Sosialnya

Ini didasari pada harga batubara di Indonesia yang relatif murah. Selain itu, kemampuan Indonesia yang memiliki sumber daya alam batubara terbesar di dunia, menjadikan komoditas ini selalu moncer dan menjadi nomor satu di sektor tambang.

Sebagai gambaran, harga batubara awal September 2023 di kisaran US$ 160/ton, berdasarkan data Refinitiv harga batubara per (8/9/2023).

Artinya kendati mengalami penurunan dari harga sebelumnya namun hanya melemah 0,72 persen per hari. Selama awal September harga batubara masih di zona aman atau hijau sebesar 0,31 persen.

Kembali lagi, saham batubara merupakan saham jangka panjang, jika syaratnya mengharapkan pembagian deviden.

BACA JUGA:Rumah Megah Jenderal TNI-AD Andika Perkasa: Klasik dan Modern dalam Satu Kesempurnaan

Artinya, besar kemungkinan investasi akan nyangkut dulu. Pilihan lainnya, yah tetap melakukan trading saham dengan tidak terlalu berharap pada pembagian deviden.

Jika ingin mencoba investasi di pasar saham, bisa mencoba saham-saham batubara. Karena ini bentuk investasi jangka panjang yang jarang terkena isu eksternal, terutama isu politik dan isu ekonomi dalam negeri.

Meskipun demikian beberapa kejadian di luar negeri berpengaruh signifikan terhadap turunnya saham batubara.

Beberapa faktor yang pernah menerjunkan harga saham batubara antara lain proyeksi turunnya permintaan batubara dari India dan Eropa, kemudian isu melemahnya ekonomi Cina serta pengaruh harga gas alam yang turun.

BACA JUGA:Lukisan Ikonik Maha Karya Terkenal di Dunia : Simbol Kebesaran Istana dan Museum Yang Dikagumi

Tentu saja, pilihan ada pada investor apakah akan memborong lagi saham batubara, dikarenakan batubara menjadi komoditas yang memiliki harga solid sepanjang tahun atau tertarik pada saham telekomukasi yang juga jadi idola para pemain saham.*

Kategori :