Bukit Asam PT. BA

BPS Sumatera Selatan mencatat nilai Ekspor Sumsel 2025 Turun 5,78 Persen

BPS Sumatera Selatan mencatat nilai Ekspor Sumsel 2025 Turun 5,78 Persen

Angka tersebut mengalami penurunan 5,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.--Foto : Ai chatgpt image- Muhadi

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat nilai ekspor Sumsel sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$6.334,31 juta. Angka tersebut mengalami penurunan 5,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Statistisi Ahli Madya BPS Sumsel, Intan Yudistira Pebrina mengatakan, penurunan ekspor Sumsel terutama dipengaruhi melemahnya kinerja ekspor nonmigas, khususnya komoditas batubara. Tren penurunan ini telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Kalau ekspor memang trennya secara nilai turun, terutama dari nonmigas. Yang paling besar itu batubara. Ini juga terjadi bulan sebelumnya, karena kualitas yang rendah dan permintaan global yang berkurang,” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Sumsel, Intan Yudistri Pebrina.


Statistisi Ahli Madya BPS Sumsel, Intan Yudistira Pebrina --Foto : Hafid - PALTV

Intan menjelaskan, berkurangnya permintaan global terhadap batubara turut dipengaruhi oleh pergeseran kebijakan energi dunia ke arah energi terbarukan. Meski ekspor masih berjalan, namun volume dan nilai permintaan cenderung menurun.

BACA JUGA:Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat 17 Februari 2026

BACA JUGA:Minyakita Tembus Rp18 Ribu di Pasar Lemabang, Satgas Pangan Selidiki Jalur Distribusi

“Dan juga, sekarang memang permintaan global yang berkurang, karena kan sekarang sudah ke arah energi yang terbarukan, jadi sudah banyak yang mulai, meskipun kita masih tetap ekspor, tapi dari permintaan global sendiri berkurang,” jelas Intan.


penurunan ekspor Sumsel terutama dipengaruhi melemahnya kinerja ekspor nonmigas, khususnya komoditas batubara. Tren penurunan ini telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.--Foto : Hafid - PALTV

Sementara itu, pada Desember 2025, nilai ekspor Sumatera Selatan tercatat sebesar US$508,38 juta, atau turun 23,77 persen dibandingkan ekspor Desember 2024.

Untuk ekspor nonmigas pada bulan yang sama mencapai US$476,42 juta, turun 24,50 persen secara tahunan.

Intan menambahkan, kondisi tersebut mencerminkan tantangan eksternal yang masih dihadapi kinerja ekspor Sumsel, terutama ketergantungan pada komoditas unggulan tertentu.

Ke depan, diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kinerja ekspor daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id