Selain itu, kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
BACA JUGA:Sedang Bawa Angkot, Sopir Ini Tiba-Tiba Diserang Orang Tak Dikenal hingga Terluka
BACA JUGA:Hendak Menyeberang Jalan, Lansia Tanpa Identitas Tertabrak Pickup hingga Tewas
Laporan media internasional menyebutkan bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran mengalami kebuntuan sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Kondisi ini menyebabkan investor global kembali memburu Dolar AS sebagai aset aman atau safe haven.
Di sisi lain, Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga Rupiah agar tidak mengalami pelemahan lebih dalam.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, sebelumnya menyatakan bahwa bank sentral akan melakukan intervensi besar di pasar valuta asing domestik maupun offshore demi menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah.
BACA JUGA:Nah.... Pelapor Pembuang Sampah Sembarangan akan Dapat Hadiah
BACA JUGA:Huawei Kembali Hadirkan Tablet Compact Berkelas
Rupiah diperkirakan masih berpotensi bergerak di atas level Rp17.300 per Dolar AS.--magnific.com/@8photo
BI juga mulai memperketat aturan pembelian Dolar AS guna menekan spekulasi di pasar. Kebijakan tersebut dilakukan setelah Rupiah sempat menyentuh level Rp17.445 per Dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.
Pengamat ekonomi menilai pergerakan Rupiah dalam beberapa hari ke depan masih akan sangat dipengaruhi sentimen global, terutama perkembangan konflik geopolitik, arah kebijakan The Fed, serta arus modal asing di pasar keuangan Indonesia.
Jika tekanan eksternal belum mereda, maka Rupiah diperkirakan masih berpotensi bergerak di atas level Rp17.300 per Dolar AS.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga masih mencermati kondisi ekonomi domestik Indonesia, termasuk perkembangan inflasi, neraca perdagangan, serta pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026.
BACA JUGA:Arjuna, Sapi Simental dengan Bobot 1.178 Kg Menjadi Calon Sapi Kurban Presiden di Sumsel
BACA JUGA:21.696 Tempat Duduk Disiapkan KAI, Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus