PALTV.CO.ID - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026.
Mata uang Garuda dibuka melemah di pasar spot dan bergerak di kisaran Rp17.386 hingga Rp17.407 per Dolar AS di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar global terhadap kondisi geopolitik dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Dari beberapa sumber, berdasarkan data perdagangan pagi, Rupiah tercatat melemah sekitar 4 hingga 6 poin dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya.
Sejumlah analis menilai tekanan terhadap Rupiah kali ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal, terutama penguatan Dolar AS akibat tingginya suku bunga Federal Reserve serta meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
BACA JUGA:Sumsel Negatif Hanta Virus, Masyarakat Tetap Diminta Waspada
BACA JUGA:Warga Terdampak Kebakaran di 1 Ilir Harapkan Bantuan Pemerintah
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan posisi Rupiah masih berada di level lemah.
Data JISDOR terakhir tercatat di angka Rp17.375 per Dolar AS pada 8 Mei 2026, naik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Adapun update terbaru kurs transaksi BI untuk Dolar AS per 11 Mei 2026 adalah sebagai berikut:
- Kurs Jual: Rp17.461 per USD
- Kurs Beli: Rp17.288 per USD
BACA JUGA:Seorang JCH Asal Empat Lawang Wafat Saat Perjalanan Menuju Asrama Haji Sumatera Selatan
BACA JUGA:Harga Minyakita di Pasar KM 5 Palembang Tembus Rp20 Ribu, Pedagang Keluhkan Pasokan Belum Normal
Pelemahan Rupiah juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan Dolar AS di pasar domestik.--magnific.com/@wirestock
Data tersebut menunjukkan bahwa nilai tukar Rupiah masih bergerak dekat level terendahnya sepanjang tahun ini.
Pelemahan Rupiah juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan Dolar AS di pasar domestik.
Banyak pelaku usaha dan investor memilih mengamankan aset dalam bentuk Dolar karena ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.