Dokter Muda Suarakan Perbaikan Sistem, dr Aris Tekankan Pendampingan Tanpa Sekat

Selasa 05-05-2026,21:48 WIB
Reporter : Sri Fitriyana
Editor : Muhadi Syukur

OKU SELATAN, PALTV.CO.ID - Duka atas wafatnya dr Myta Aprilia Azmy masih menyisakan keprihatinan mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan warga, tetapi juga di kalangan dokter internship. Peristiwa ini memicu dorongan agar sistem kerja dokter muda di seluruh Indonesia mendapat pengawasan lebih ketat.

Dokter internship RSUD Muaradua, dr Aris Manata, menyampaikan belasungkawa atas kepergian rekannya tersebut. Ia menegaskan, kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program internship, khususnya di berbagai wahana layanan kesehatan.

“Kami sangat berduka. Kami juga berharap Kementerian Kesehatan benar-benar melakukan pengawasan terhadap sistem kerja dokter internship di seluruh wahana di Indonesia,” ujar dr Aris. Selasa (05/04/2026)

Menurutnya, pengawasan yang optimal penting untuk memastikan beban kerja, jam dinas, serta kondisi psikologis dokter muda tetap dalam batas yang aman dan manusiawi.

BACA JUGA:Tuntutan Buruh, Pemprov Sumsel Instruksikan Pembentukan Dewan Pengupahan

BACA JUGA:Pelajar Kelas 4 SD di Palembang Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku Mengenakan Jaket Maxim


dr Myta dikenal sebagai sosok tenaga medis yang berdedikasi dan mencintai profesinya. Ia merupakan dokter umum yang tengah menjalani program internship, fase awal pengabdian dokter muda di fasilitas layanan kesehatan.--Foto : Medsos

Selain itu, dr Aris menyoroti pentingnya hubungan yang sehat antara dokter pendamping dan dokter internship. Ia berharap tidak ada sekat yang terlalu kaku antara senior dan junior dalam praktik sehari-hari.

“Harapan kami, tidak ada jarak antara dokter pendamping dan dokter internship. Pendamping harus benar-benar hadir, mengawasi, dan memperhatikan,” katanya.

Ia menambahkan, peran dokter pendamping tidak hanya sebatas supervisi administratif, tetapi juga menjadi tempat berdiskusi dan mencari solusi ketika dokter internship menghadapi kendala di lapangan.

“Kalau ada masalah, dokter pendamping bisa langsung membantu mencarikan jalan keluar terbaik. Jadi bukan hanya mengawasi, tapi juga membimbing,” ujarnya.

BACA JUGA:Bapenda Sumsel Gencarkan Program Siguntang Menyapa, Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan

BACA JUGA:Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha Diperketat di Sumsel


Dokter internship RSUD Muaradua, dr Aris Manata,--Foto : Sri Fitriyana - PALTV

Terkait kondisi kerja di RSUD Muaradua, dr Aris mengaku bersyukur dan bangga dapat menjalani internship di rumah sakit tersebut. Ia menilai jam kerja yang diterapkan sudah sesuai ketentuan dan masih dalam batas yang manusiawi.

Kategori :