Kisah Pilu Varel, WNI Asal Sumsel Diduga Disiksa di Kamboja Usai Tergiur Gaji Besar

Selasa 31-03-2026,16:45 WIB
Reporter : Suryadi
Editor : Muhadi Syukur

PALTV.CO.ID - Kisah pilu dialami Varel, salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sumatera Selatan, yang nekat merantau ke luar negeri demi memperbaiki kondisi ekonomi. Dengan harapan mendapatkan penghasilan besar, Varel justru terjebak dalam situasi berbahaya di negeri orang.

Awalnya, Varel tergiur dengan tawaran pekerjaan di Kamboja yang menjanjikan gaji sebesar 800 dolar Amerika Serikat, atau setara dengan sekitar 12 juta 800 ribu rupiah per bulan.

Tawaran tersebut ia dapatkan melalui sebuah tautan di aplikasi Telegram. Dalam informasi yang diterimanya, Varel dijanjikan akan bekerja sebagai pegawai restoran atau rumah makan, sebuah pekerjaan yang dianggapnya cukup layak dan sesuai harapan.

Tanpa menaruh rasa curiga, Varel pun memutuskan untuk berangkat. Ia memulai perjalanan dari Palembang menuju sebuah bandara di Vietnam, yang disebutnya sebagai Bandara Ocimin. Setibanya di sana, ia bersama beberapa orang lainnya dijemput oleh pihak perusahaan menggunakan mobil. Perjalanan mereka tidak berhenti di Vietnam, melainkan dilanjutkan menuju perbatasan Kamboja.

BACA JUGA:Buron 7 Bulan, Pelaku Pengeroyokan Maut di Oku Ditangkap Jatanras Polda Sumsel

BACA JUGA:Hadiri Peresmian Posbankum Sumatera Barat, Kemenkum Sumsel Siap Sukseskan Peresmian Posbankum Nasional


Varel, salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sumatera Selatan, yang nekat merantau ke luar negeri demi memperbaiki kondisi ekonomi. --Foto : Suryadi - PALTV

Di perjalanan tersebut, Varel dan rombongan sempat dibuatkan visa untuk memasuki wilayah Kamboja. Semua proses terlihat meyakinkan, seolah-olah pekerjaan yang dijanjikan benar adanya. Namun, kenyataan pahit mulai terungkap sesaat setelah mereka tiba di Kamboja.

Alih-alih bekerja di restoran seperti yang dijanjikan, Varel justru dipaksa bekerja sebagai operator telepon daring. Pekerjaan tersebut jauh dari ekspektasi dan membuatnya merasa tertipu.

Tidak hanya itu, situasi di tempat kerja juga penuh tekanan. Varel mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan sesama WNI kerap mendapatkan ancaman dari pihak perusahaan.

Ancaman yang paling menakutkan adalah ketika mereka diberitahu bahwa jika tidak menuruti perintah, mereka akan dijual ke perusahaan lain. Kondisi ini membuat Varel dan delapan WNI lainnya asal Sumatera Selatan, khususnya dari Kota Palembang, merasa nyawa mereka dalam bahaya.

BACA JUGA:Perkuat Jaringan Bantuan Hukum, Kakanwil Kemenkum Sumsel Jalin Komunikasi Dengan ABBAS Law Firm

BACA JUGA:Fitur Gaming Mode Nokia X90 Pro Max: Optimalisasi Performa untuk Pengalaman Bermain Maksimal


Varel mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan sesama WNI kerap mendapatkan ancaman dari pihak perusahaan.--Foto : Suryadi - PALTV

Tak ingin terus berada dalam tekanan dan ancaman, mereka akhirnya sepakat untuk melarikan diri. Aksi nekat itu dilakukan pada pukul dua dini hari. Dengan keberanian yang tersisa, mereka melawan penjaga yang mengawasi tempat tersebut dan berhasil keluar dari lokasi perusahaan.

Kategori :