BACA JUGA:Operasi Pekat Musi 2026, Polisi Perketat Pengawasan Jam Rawan
Sebelumnya kami sempat gotong royong untuk mengalirkan air irigasi ke sawah, kemudian hal tersebut gagal karena ada bagian irigasi yang baru dibangun patah dan ambruk sehingga air kembali mengalir ke sungai.
Untuk saat ini, kata dia, pihaknya telah mengalami gagal tanam, hal ini tentu akan menganvam stabilitas ketahan pangan warga.
"Ada sekitar 150 KK yang mengantungkan nasib di ataran Lubuk Genting yang hari ini tidak bisa digarap karena kekeringan tersebut," ungkapnya.
Pihaknya berharap, irigasi air lemutu ini segera diperbaiki kembali, sehingga petani tidak dirugikan dengan adanya peristiwa ini.
BACA JUGA:Festival UMKM “Jajan Bukoan 2026” Semarak di Rambang Semesta Ballroom Palembang
BACA JUGA:Menjaga Warisan Ramadhan Lewat Bubur Suro di Masjid Al Mahmudiyah Suro
Dikatakannya, bahwa semasa pengerjaan irigasi tersebut ada keanehan, karena pelaksana membangun tanpa perencanaan yang jelas, padahal pihaknya sudah mengingatkan bahwa Desember 2025 sudah masuk musim tanam.
Kemudian, warga meminta agar kontraktor mengantisipasi kekeringan dengan mengalirkan air menggunakan pipa, hanya saja, sampai saat ini hal tersebut tidak juga diwujudkan.
"Lebih parahnya, saat pengerjaan puluhan tukang yang bekerja mengalami kelaparan dan saya sempat mengingatkan penanggungjawab untuk memperhatikan kondisi pekerja," ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, pihak desa sempat memberi para pekerja makanan, agar kondisi mereka stabil dan bisa bekerja dengan maksimal. "Saat itu, ada sekitar 40 orang pekerja, mereka kelaparan, saya sudah ingatkan berulang kali, namun tidak didengar," pungkasnya.