Irigasi Air Lemutu Diduga Dibangun Asal Jadi, Sawah Warga Kering.

Senin 23-02-2026,15:28 WIB
Reporter : Mardiyansyah
Editor : Muhadi Syukur

"Proyek yang tadinya diharapkan mempermudah aktivitas pertanian masyarakat malah berdampak sebaliknya dan mengakibatkan kekeringan," ujarnya.

Warga lainnya Zulkarnain (55) mengatakan, seharusnya Desember 2025 lalu sudah memasuki musim tanam, namun akibat proyek mangkrak tersebut puluhan hektar sawah terbengkalai

BACA JUGA:Nandriani Octarina Bagikan 10 Ton Beras dan Kurma untuk Warga Palembang di Bulan Ramadan

BACA JUGA:Maksimalis dan Mencolok, Inilah Pesona Kalung Emas 1 Kilogram

"Kami kecewa dengan adanya proyek yang akhirnya merugikan kami petani desa Tanjung Bulan, seharusnya saat ini padi sudah berusia 2 bulan, namun inilah kenyataannya untuk membajak sawah saja susah," ujarnya.

Zulkarnain mengaku, sudah mendengar kabar bahwa pelaksana proyek sudah diamankan Kejati Sumsel, namun pihaknya berharap ada solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi petani Lubuk Genting.

Belum lagi kata dia, di bagian hulu irigasi di dekat pengerjaan bendungan Lubuk Genting Air Lemutu yang baru dibangun, saluran irigasi kurang lebih sepanjang 12 meter ambruk sehingga air tidak mengaliri irigasi dan kembali ke sungai.

"Kami lihat di bagian hulu irigasi sudah ambruk, hal tersebut karena pemborong tidak membangun ulang pondasi, hanya menimpa bangunan lama dengan tulangan besi yang sangat kecil," keluhnya.

BACA JUGA:Ramadan Berkah, Pasar Bedug Hadir Dukung Ekonomi Kreatif di Palembang

BACA JUGA:KAI Divre III Palembang Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Lewat Rampcheck SPM Menyeluruh


Sejumlah dinding irigasi air Lemutu yang roboh akibat di bangun asal jadi.--Foto ; Mardiansyah - PALTV

Pihaknya berharap pemerintah untuk mengambil langkah cepat dan mempertimbangkan nasib petani akibat proyek yang tidak selesai.

Terpisah, Kades Tanjung Bulan, Tarzanudin mengatakan bahwa pemerintah desa Tanjung Bulan dan masyarakat desa merasa dirugikan dengan adanya peristiwa serta permasalahan ini.

Dikatakannya, akibat proyek yang tidak selesai tersebut petani tidak bisa menggarap sawah, sebagai perwakilan masyarakat pihaknya meminta agar pemerintah bisa memberikan solusi agar masyarakat bisa kembali menggarap sawah.

"Irigasi tersebut harusnya dibangun dengan baik untuk mengairi sekitar 63 hektar sawah, sebelum pembangunan irigasi Lubuk Genting satu masyarakat biasanya panen 2 kali dalam satu tahun," ungkapnya.

BACA JUGA:Selama Ramadan Monitoring Pasar DImasifkan

Kategori :