Bukan Kaleng-Kaleng! Tether Borong 8.888 Bitcoin di Awal 2026, Diam-Diam Jadi Raksasa BTC Dunia

Senin 05-01-2026,12:00 WIB
Reporter : Diana
Editor : Hanida Syafrina

Bagi sebagian analis, ini adalah sinyal kepercayaan tingkat tinggi terhadap masa depan BTC. Bagi yang lain, ini adalah bukti bahwa pemain besar tidak pernah benar-benar menunggu “harga ideal” — mereka menciptakan momentumnya sendiri.

Bitcoin Bukan Satu-Satunya Senjata

Menariknya, Bitcoin hanyalah satu bagian dari strategi cadangan Tether yang semakin condong ke hard assets.

Pada kuartal ketiga 2025, perusahaan ini juga melakukan pembelian besar-besaran 26 ton emas, sehingga total kepemilikan emasnya kini mencapai 116 ton.

Dengan jumlah tersebut, Tether resmi masuk dalam 30 besar pemegang emas terbesar di dunia, sebuah posisi yang biasanya hanya ditempati bank sentral dan institusi keuangan raksasa.

BACA JUGA:Desain Eksterior SUV Nissan Dinilai Lebih Elegan dan Futuristik

BACA JUGA:Potensi Emas Sungai Are Tradisi Mendulang Turun-Temurun di Desa Ujan Mas

Kini, struktur cadangan Tether terdiri dari kombinasi obligasi pemerintah AS, Bitcoin, dan emas.

Strategi ini menempatkan Tether pada posisi unik: di satu sisi berbasis dolar AS, di sisi lain semakin terikat pada aset lindung nilai klasik dan digital.

Transparansi Jadi Sorotan

Namun, langkah berani ini tidak sepenuhnya bebas dari kritik. Sejumlah lembaga pemeringkat dan analis kembali menyoroti isu transparansi cadangan serta konsentrasi aset non-tradisional dalam neraca Tether.

Peningkatan porsi Bitcoin dan emas dinilai dapat menambah kompleksitas risiko, terutama dalam kondisi pasar ekstrem.

Meski demikian, manajemen Tether bersikeras bahwa diversifikasi ini justru dirancang untuk memperkuat ketahanan jangka panjang, bukan memperbesar risiko.

BACA JUGA:SUV Nissan Tampil Makin Sporty, Desain Baru Jadi Sorotan Pecinta Otomotif

BACA JUGA:Strategi Menata Keuangan 2026 agar Resolusi Awal Tahun Benar-Benar Terwujud

Fluktuasi BTC dan Isu Jual-Beli

Kategori :