Rupiah Masih Tertahan di Level Rp16.700-an, Dolar AS Minim Volatilitas

Minggu 04-01-2026,09:01 WIB
Reporter : Angga Pranando
Editor : Hanida Syafrina

BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Sumsel 2026 Diprediksi Meningkat hingga 5,8 Persen

Sementara itu, dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen kebijakan.

 Intervensi di pasar valas serta pengelolaan likuiditas dinilai mampu menahan gejolak yang lebih besar pada pergerakan rupiah.

 Langkah ini membuat rupiah relatif stabil meski berada di level yang masih tergolong lemah.

 Pelaku pasar juga mencermati aliran dana asing yang masih bergerak selektif.

Masuknya dana ke pasar obligasi dan saham domestik belum cukup besar untuk memberikan dorongan signifikan bagi penguatan rupiah.

Investor asing cenderung menunggu kepastian arah ekonomi global dan domestik sebelum meningkatkan eksposur terhadap aset berdenominasi rupiah.

 BACA JUGA:Super Flu Disebut Hanya Flu Musiman Namun Gejala Lebih Berat

BACA JUGA:Laga Sumsel United Hadapi Persekat Tegal Diprediksi Berlangsung Sengit

Di sisi lain, kondisi volatilitas yang rendah ini juga dipengaruhi oleh volume transaksi yang belum terlalu ramai.

Aktivitas pasar yang cenderung normal dan tidak agresif membuat pergerakan kurs berjalan lebih tenang.

Situasi tersebut lazim terjadi pada periode awal tahun, ketika pelaku pasar masih menyesuaikan strategi investasi mereka.

 Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan berada dalam fase konsolidasi.


Dolar AS pun terpantau stabil terhadap sebagian besar mata uang Asia lainnya,--Freepik.com

Selama tidak ada kejutan dari data inflasi AS, kebijakan suku bunga global, maupun sentimen geopolitik, rupiah berpotensi tetap bergerak di kisaran Rp16.600–Rp16.800 per dolar AS.

Namun demikian, risiko tetap ada, terutama jika terjadi perubahan sentimen global secara tiba-tiba.

Kategori :