Rupiah Keok, Pertumbuhan Ekonomi Berpotensi Tertekan
Ilustrasi pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat d--Foto : YouTube Ketut Edit.
PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Nilai tukar Rupiah yang terus melemah dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, Rupiah tercatat bergerak di kisaran Rp16.883 per dolar Amerika Serikat, dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Pengamat Ekonomi, Sukanto Sairuki menilai, pelemahan rupiah bukanlah fenomena baru. Menurutnya, pergerakan rupiah kerap dipengaruhi oleh gejolak eksternal yang terjadi di tingkat global.
“Bukan sekali ini saja terjadi refleksivitas rupiah. Ambang batas asumsi mikro kita ada di kisaran 16 ribuan. Setiap terjadi gejolak di luar negeri, rupiah cenderung terpengaruh,” ujar Pengamat Ekonomi, Sukanto Sairuki.
Sukanto menjelaskan, ketegangan geopolitik global, termasuk konflik antarnegara, turut memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas nilai tukar. Kondisi tersebut mendorong masyarakat dan investor mencari instrumen yang dinilai lebih aman.
BACA JUGA:4.091 Guru dan Tendik di Sumsel Terima SK PPPK Paruh Waktu
BACA JUGA:Donasi dan Pos Kesehatan Dibuka untuk 3.979 Warga Terdampak Banjir di OKI

Pengamat Ekonomi, Sukanto Sairuki menilai, pelemahan rupiah bukanlah fenomena baru. --Foto : Hafid - PALTV
“Pelarian investor biasanya ke pembelian aset investasi seperti emas. Permintaan emas akan meningkat ketika rupiah melemah,” katanya.
Lebih lanjut, Sukanto menilai pelemahan rupiah juga berdampak pada keuangan negara. Pemerintah berpotensi menghadapi peningkatan beban pembiayaan, khususnya untuk subsidi, seperti bahan bakar minyak.
“Kalau tidak dilakukan subsidi, harga bisa melambung dan itu akan menurunkan daya beli masyarakat,” jelasnya.
Sukanto menambahkan, konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Jika daya beli masyarakat menurun, maka pertumbuhan ekonomi berisiko ikut tertekan.
BACA JUGA: PLN ULP Kayu Agung Perkuat Literasi Keselamatan Ketenagalistrikan melalui Sosialisasi Tulung Selapan
BACA JUGA:Holiday Angkasa Wisata Kembali Lepas 180 Jemaah Umroh Paket 13 Hari Lion Air
Sukanto berharap, nilai tukar rupiah dapat kembali stabil di kisaran yang lebih sehat, sehingga mampu memberikan kepastian ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id
