Snapchat Unggul di Pasar Gen Z India Lewat Inovasi Iklan Berbasis AR

Jumat 08-08-2025,08:07 WIB
Reporter : agung wahyudi
Editor : Hanida Syafrina

Iklan ditayangkan di berbagai platform digital besar, dengan merek dari sektor FMCG, otomotif, restoran cepat saji, dan fesyen menayangkan iklan dari satu kampanye dalam lingkungan yang dikendalikan (controlled sandbox).

Temuan Utama Laporan:

Peningkatan perhatian sebesar 5 persen saja bisa menghasilkan peningkatan hingga dua kali lipat dalam persepsi merek.

Perhatian dinilai 8 kali lebih akurat daripada View-Through Rate (VTR) dalam memperkirakan daya ingat terhadap merek, dan 4 kali lebih baik dalam memprediksi kesukaan terhadap merek.

Dalam periklanan digital, VTR digunakan untuk mengukur jumlah pengguna yang menonton video iklan sampai akhir penayangan.

BACA JUGA:Kepala SD Negeri 85 Palembang Terancam Dimutasi

BACA JUGA:Sumatera Selatan Bersiap Jadi Tuan Rumah Pornas KORPRI XVII 2025 Mempertandingkan 13 Cabor

Tidak semua jenis perhatian memberikan dampak yang sama terhadap hasil brand:

Perhatian ringan (kurang dari satu detik) cukup untuk membangun daya ingat merek.

Perhatian berkelanjutan (lebih dari tiga detik) diperlukan untuk menciptakan koneksi yang lebih dalam.

Namun, efeknya mulai menurun setelah sembilan detik, membuktikan bahwa lebih lama bukan berarti lebih baik.

Laporan ini juga memperkenalkan metrik iklan digital baru bernama Attention Per Mille (APM) yang mengukur berapa detik perhatian yang diperoleh sebuah iklan per 1.000 tayangan.

Cost per APM menunjukkan efisiensi biaya sesungguhnya dalam meraih perhatian berkualitas.

BACA JUGA:Kue Lumpang Moderen: Transformasi dari Jajanan Kue Kampung Jadi Camilan Penuh Warna

BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Jalintim Banyuasin, 1 Sopir dan 2 Kernet Truk Colt Diesel Meninggal di Tempat

Apa yang Bisa Dilakukan Brand?

Kategori :