Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen Pertahankan Rupiah Awal 2026

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen Pertahankan Rupiah Awal 2026

Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (BI Rate) 4,75 persen --Freepik

PALTV.CO.ID,- Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen, Prioritaskan Ketahanan Rupiah Awal 2026

Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada Januari 2026.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya dalam menghadapi tekanan global yang masih berlanjut.

Gubernur Bank Indonesia menjelaskan bahwa kebijakan mempertahankan BI Rate tersebut merupakan bagian dari strategi moneter yang konsisten untuk memastikan inflasi tetap terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.

Selain itu, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan dan menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

BACA JUGA:Yamaha Fazzio 2026 Hadir dengan Warna Baru, Tampil Lebih Unik dan Ramah Anak Muda

BACA JUGA:Baru Diresmikan November Lalu, Jembatan Gandus Mulai Retak, Warga Cemas

Menurut BI, kondisi ekonomi global pada awal 2026 masih diwarnai ketidakpastian, terutama akibat kebijakan moneter ketat yang diterapkan oleh sejumlah negara maju.

Situasi tersebut berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan internasional dan memberikan tekanan terhadap nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Level suku bunga 4,75 persen masih cukup efektif dalam menjaga daya saing aset keuangan domestik sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Gubernur BI dalam keterangan pers setelah RDG.


(BI) kembali memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 4,75 persen --Chat.gpt.ai

Ia menegaskan bahwa arah kebijakan moneter ke depan akan tetap difokuskan pada stabilitas, tanpa mengabaikan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesia mencatat bahwa pergerakan nilai tukar rupiah pada awal tahun 2026 relatif terkendali meskipun volatilitas global meningkat.

Kondisi tersebut didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat, surplus neraca perdagangan, serta aliran modal asing yang masih terjaga di pasar keuangan nasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber