Sidang Dugaan Korupsi Pengelolaan Batubara PT. Bukit Asam, Saksi Ungkap Beli Hanya Dengan Budiman

Senin 03-02-2025,21:13 WIB
Reporter : Heru Wahyudi
Editor : Muhadi Syukur

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Sidang perkara dugaan korupsi pengelolaan pertambangan batubara pada lahan PT. Bukit Asam (PT.BA) yang melibatkan PT. Andalas Bara Sejahtera (PT.ABS) dan PT. Bara Centra Sejahtera (PT.BCS) periode 2010-2014 di Kabupaten Lahat, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang pada Senin (3/2/2025).

Sidang kali ini menghadirkan saksi dalam agenda yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Fauzi Isra, SH, MH.

Kasus ini melibatkan enam orang terdakwa yang terindikasi menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 495 miliar lebih.

Enam terdakwa tersebut antara lain Endre Saifoel (Direktur Utama dan Komisaris PT. Andalas Bara Sejahtera/PT.BCS), Budiman (Direktur PT. ABS/PT. BCS), Gusnadi (Direktur/Komisaris PT. ABS/PT. BCS), Levi Desmiati (PNS Pelaksana Infeksi Tambang di Dinas Pertambangan Kabupaten Lahat), Ir. Misri (Pensiunan PNS mantan Kadis Pertambangan), dan Syaifulah Umar (PNS Pelaksana Tambang di Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lahat).

BACA JUGA:Menjelajah Tol Trans Jawa dengan Wuling Cloud EV: Uji Ketahanan dan Kenyamanan di Perjalanan Jarak Jauh

BACA JUGA:Jepang Manfaatkan Robot untuk Merawat Lansia di Masa Depan


Saksi Ungkap Beli Hanya Dengan terdakwa Budiman--Foto : Heru - PALTV

Dalam sidang yang digelar, hanya satu saksi yang hadir, yaitu Deri Ujang, Direktur Utama PT. Bara Pakmer Jaya (BPJ). Deri memberikan kesaksiannya mengenai transaksi batubara yang dilakukan oleh pihaknya dengan PT. Nal.

Ia menyatakan bahwa pembelian batubara dilakukan melalui stok PT. Nal dengan transaksi sebanyak empat kali senilai puluhan miliar rupiah. Ia juga menjelaskan bahwa batubara yang dijual kepada PT. Indah Kiat dilengkapi dengan Surat Keluar Asal Barang (SKAB), yang menjadi syarat legalitas barang tersebut.

"Saya tidak mengetahui mengapa barang dari PT. ABS bisa berada di stok PT. Nal. Semua ketentuan tersebut ada pada pihak PT. ABS," ujar Deri di hadapan majelis hakim.

Lebih lanjut, Deri juga mengungkapkan bahwa ia hanya berhubungan dengan terdakwa Budiman dan tidak mengenal terdakwa lainnya secara langsung. Pembayaran dilakukan melalui rekening PT. ABS di Bank Mandiri Cabang Padang.

BACA JUGA:5 Sepeda Motor Terlibat Aksi Balap Liar Diamankan Satlantas Polres Muara Enim

BACA JUGA:Skuat Sriwijaya FC Bidik Kemenangan saat Menjamu Persikota Tangerang


Sidang kali ini menghadirkan saksi dalam agenda yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Fauzi Isra, SH, MH.--Foto : Heru - PALTV

Sidang tersebut juga menjadi sorotan saat tim kuasa hukum terdakwa Ir. Misri mengajukan permintaan kepada majelis hakim untuk menghadirkan saksi-saksi lain yang dinilai penting, termasuk Saifuddin Aswari, mantan Bupati Lahat.

Kategori :