Perkuat Pengelolaan SDM dan K3, Menaker Kunjungi Kantor Pusat PTBA
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai fondasi utama dunia kerja yang produktif dan be--Foto : Humas PTBA
"Keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban administratif. Perusahaan yang menempatkan K3 sebagai prioritas akan mampu menjaga produktivitas, keberlanjutan usaha, serta kesejahteraan tenaga kerjanya. PTBA menunjukkan komitmen yang kuat dalam hal ini,” tegas Menaker RI Yassierli.
Direktur Utama PTBA Tbk Arsal Ismail menegaskan bahwa K3 merupakan nilai fundamental dalam seluruh aktivitas operasional perusahaan, sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan keberlanjutan.
"Bagi PTBA, keselamatan adalah fondasi operasional. Kami memastikan seluruh kegiatan bisnis dijalankan dengan standar K3 yang ketat untuk melindungi pekerja, mitra kerja, serta lingkungan sekitar. Komitmen ini terus kami perkuat melalui pengawasan, pembinaan,dan keterlibatan aktif manajemen," jelas Arsal.
BACA JUGA:Wali Kota Palembang Klarifikasi Kejuaraan Karate yang Mengatasnamakan Piala Wali Kota
BACA JUGA:Jembatan Musi V akan Difungsikan pada Arus Mudik dan Balik Idul Fitri

Dalam aspek K3, PTBA telah menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 serta ISO 45001:2018 di seluruh unit perusahaan. Program K3 dijalankan melalui dua pilar utama, yakni keselamatan kerja serta kesehatan dan lingkungan kerja, ya--Foto : Humas PTBA
Sementara itu, Direktur SDM PT Bukit Asam Tbk Ihsanudin Usman menyampaikan bahwa kunjungan Menaker RI menjadi kehormatan bagi PTBA sekaligus motivasi besar bagi perusahaan untuk terus meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia dan K3 secara berkelanjutan.
"Kami saat ini memiliki 1.681 pegawai organik yang direkrut secara transparan dan akuntabel dari seluruh Indonesia, dengan tetap memastikan keterwakilan tenaga kerja lokal. Lebih dari 20% pegawai kami adalah perempuan, dan hampir 30% telah menduduki posisi struktural, mencerminkan komitmen kami terhadap kesetaraan dan pengembangan karier," ujar Ihsanudin Usman.
Ia menambahkan, mayoritas pegawai PTBA berasal dari generasi muda, Gen Z dan Milenial, yang menjadi modal penting dalam mendorong transformasi dan budaya kerja yang adaptif. Selain pegawai organik, operasional perusahaan juga didukung oleh lebih dari 16 ribu tenaga kerja kontraktor dan alih daya, sehingga penerapan standar K3 berlaku menyeluruh bagi seluruh ekosistem kerja PTBA.
Dalam aspek K3, PTBA telah menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 serta ISO 45001:2018 di seluruh unit perusahaan.
BACA JUGA:Korban Luka Bakar Ledakan Gas 12 kg Dipulangkan, Kondisi Berangsur Membaik
BACA JUGA:Sidang Korupsi Pasar Cinde, Harnojoyo Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Pengurangan BPHTB
Program K3 dijalankan melalui dua pilar utama, yakni keselamatan kerja serta kesehatan dan lingkungan kerja, yang mencakup identifikasi bahaya dan penilaian risiko, inspeksi rutin, pembinaan K3, kesiapsiagaan darurat, hingga pemantauan kesehatan dan lingkungan kerja.
"Capaian kinerja K3 PTBA tercermin dari nilai Frequency Rate dan Severity Rate yang berada di bawah benchmark nasional. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil dari komitmen kolektif seluruh insan perusahaan dalam menjadikan keselamatan sebagai nilai utama," tambah Ihsanudin Usman.
Melalui kunjungan ini, PTBA berharap sinergi antara pemerintah dan dunia usaha semakin kuat dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing global, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id

