Rupiah Masih Stabil di Kisaran Rp16.900 per USD, Simak Update Kurs Dolar 3 April 2026
Rupiah stabil di kisaran Rp16.900 per USD pada 3 April 2026, pergerakan terbatas di tengah sentimen global dan kondisi pasar.--foto: chat gpt
PALTV.CO.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Jumat, 3 April 2026, terpantau masih bergerak stabil di kisaran Rp16.900-an per USD.
Berdasarkan pantauan dari pasar valuta asing, rupiah menunjukkan pergerakan yang relatif terbatas meskipun tekanan global masih membayangi.
Dari beberapa sumber, pada perdagangan hari ini, kurs dolar AS berada di rentang sekitar Rp16.900 hingga Rp16.950 per USD.
Angka ini menunjukkan bahwa rupiah belum mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan hari sebelumnya, meskipun masih berada dekat dengan level psikologis Rp17.000 per USD.
Sementara itu, berdasarkan acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, nilai tukar rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp16.870 hingga Rp16.900 per USD.
BACA JUGA:Project Launching Pelabuhan Tanjung Carat dijadwalkan pada 9 April
Data ini menjadi salah satu indikator utama yang digunakan pelaku pasar dalam melihat kondisi nilai tukar rupiah secara harian.
Dari sisi perbankan, kurs yang ditawarkan kepada nasabah cenderung sedikit lebih tinggi dibandingkan kurs pasar
Beberapa bank besar di Indonesia menetapkan kurs jual dolar AS di kisaran Rp16.950 hingga Rp16.980 per USD, sementara kurs beli berada di sekitar Rp16.900 per USD.
Selisih ini mencerminkan margin yang diambil oleh perbankan dalam transaksi valuta asing.
Sebagai perbandingan, data resmi dari Bank Indonesia per tanggal 2 April 2026 menunjukkan bahwa kurs jual dolar AS ditetapkan sebesar Rp17.083 per USD, sedangkan kurs beli berada di level Rp16.914 per USD.

kurs rupiah terhadap dolar AS 3 April 2026 di level Rp16900--freepik
Angka tersebut mengindikasikan bahwa tekanan terhadap rupiah sempat meningkat pada hari sebelumnya sebelum kembali stabil di perdagangan hari ini.
Stabilnya pergerakan rupiah tidak lepas dari berbagai faktor global yang masih memengaruhi pasar keuangan. Sentimen dari kebijakan suku bunga Amerika Serikat, kondisi ekonomi global, hingga dinamika geopolitik menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

