Kurs Dolar AS Hari Ini 26 Maret 2026 Stabil di Kisaran Rp16.900, Ini Rinciannya!
Kurs Dolar AS pada 26 Maret 2026 stabil di kisaran Rp16.900.--freepik
PALTV.CO.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026, terpantau bergerak relatif stabil meskipun masih berada dalam tekanan.
Dari beberap asumber, berdasarkan data pasar spot, kurs dolar AS berada di kisaran Rp16.890 hingga Rp16.980 per USD, mencerminkan pergerakan yang cenderung sideways dalam beberapa hari terakhir.
Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sempat menyentuh level terendah di Rp16.861 per dolar AS dan level tertinggi di Rp16.916 per dolar AS.
Fluktuasi ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan terhadap rupiah masih ada, volatilitas pasar tidak terlalu tinggi. Stabilitas ini menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih menunggu sentimen baru, baik dari dalam negeri maupun global.
Sementara itu, data resmi dari Bank Indonesia (BI) mencatat adanya perbedaan antara kurs referensi dan kurs pasar. BI menetapkan kurs jual sebesar Rp16.989 per USD dan kurs beli sebesar Rp16.820 per USD.
BACA JUGA:Oppo Find X9 Ultra Segera Meluncur: Spesifikasi dan Hal yang Perlu Diketahui
Selisih antara kurs beli dan jual ini mencerminkan spread yang umum terjadi dalam transaksi valuta asing di perbankan.
Perbedaan antara kurs BI dan kurs pasar juga dipengaruhi oleh faktor likuiditas serta kebijakan moneter yang sedang dijalankan.
Dalam kondisi seperti saat ini, BI cenderung menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen, termasuk intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan.
Di sisi lain, kurs di perbankan nasional secara umum juga menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda, dengan kisaran kurs jual mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Hal ini menunjukkan bahwa pelaku industri keuangan masih mengacu pada pergerakan pasar global, terutama kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.

Kurs Dolar AS hari ini 26 Maret 2026 terhadap rupiah terbaru--freepik
Beberapa analis menilai bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS secara global.
Kebijakan moneter ketat yang diterapkan oleh bank sentral AS membuat arus modal cenderung kembali ke negara tersebut, sehingga mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

