Bukit Asam PT. BA

Rupiah Masih Tertekan, Ini Update Kurs Dolar AS per 31 Maret 2026

Rupiah Masih Tertekan, Ini Update Kurs Dolar AS per 31 Maret 2026

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih berada dalam tekanan hingga akhir Maret 2026.--freepik.com/@8photo

PALTV.CO.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih berada dalam tekanan hingga akhir Maret  2026. 

Berdasarkan pembaruan terbaru dari Bank Indonesia (BI), kurs  dolar AS pada 31 Maret 2026 tercatat masih berada di kisaran tinggi, mendekati level psikologis Rp17.000 per USD. 

Data resmi BI menunjukkan bahwa kurs jual dolar AS berada di level Rp17.077 per USD, sementara kurs beli tercatat sebesar Rp16.908 per USD. 

Dengan demikian, kurs tengah berada di kisaran Rp16.990-an  per USD, mencerminkan bahwa rupiah masih bergerak dalam tren pelemahan terbatas.

 BACA JUGA:Diserbu Warga! SPBU di Palembang Padat dan Macet Akibat Isu BBM Naik

BACA JUGA:Terungkap! Chipset Nokia X90 Pro Max Bikin Performa Makin Gahar

Pergerakan ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan hari  sebelumnya, yang menunjukkan bahwa pasar valuta asing masih cenderung stabil namun berada dalam tekanan. 

Rupiah tampaknya belum mampu keluar dari zona pelemahan  yang telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. 

Tekanan Global Masih Dominan

Pelemahan rupiah tidak bisa dilepaskan dari berbagai faktor  global yang memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

BACA JUGA:1.243 Kasus Campak di Sumsel, Masyarakat Diminta Segera Vaksinasi Anak

BACA JUGA:Kisah Pilu Varel, WNI Asal Sumsel Diduga Disiksa di Kamboja Usai Tergiur Gaji Besar


Rupiah masih bergerak dalam tren pelemahan terbatas.--freepik.com/@wirestock

Salah satu faktor utama adalah kebijakan suku bunga tinggi  yang masih dipertahankan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.  Suku bunga tinggi di AS membuat aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor global. 

Akibatnya, aliran modal cenderung keluar dari negara  berkembang seperti Indonesia, yang pada akhirnya menekan nilai tukar rupiah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber