Bukit Asam PT. BA

Pembiayaan KUR Perumahan Didorong untuk Sukseskan Gentengisasi

Pembiayaan KUR Perumahan Didorong untuk Sukseskan Gentengisasi

Pembiayaan KUR perumahan didorong untuk mendukung program gentengisasi, meningkatkan kualitas hunian masyarakat dan memperkuat sektor perumahan nasional--Foto: Chat gpt ai

PALTV.CO.ID- Pemerintah kembali menggulirkan inisiatif baru yang didorong secara nasional melalui program gentengisasi.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah yang bergerak di industri bahan bangunan.

Dalam pelaksanaannya, sektor perbankan akan berperan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Skema pembiayaan ini ditujukan untuk mendukung rantai pasok industri perumahan, termasuk pengusaha genteng yang memasok kebutuhan pembangunan maupun renovasi rumah.

BACA JUGA:Belum Ada Lonjakan! Arus Balik di Pos Yan Gelumbang Terpantau Lancar

Salah satu bank penyalur KUR terbesar di Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mendukung program tersebut. Perbankan akan memfasilitasi pembiayaan antara pengusaha genteng dengan pengembang perumahan, sehingga produksi dan distribusi bahan bangunan dapat berjalan lebih lancar.

Bahan bangunan seperti genteng memang termasuk dalam cakupan pembiayaan KUR Perumahan. Dengan fokus pada pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bank diharapkan dapat memberikan dukungan modal kerja bagi pelaku usaha yang terlibat dalam sektor ini.

Skema pembiayaan umumnya dilakukan setelah terdapat kontrak kerja sama antara pengusaha genteng dengan pengembang atau pengguna akhir. Dengan demikian, pembiayaan yang disalurkan memiliki kepastian penggunaan serta potensi pengembalian yang lebih terukur.

Selain meningkatkan kualitas rumah masyarakat, program ini dinilai mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian. Dampaknya antara lain peningkatan aktivitas produksi UMKM bahan bangunan, penguatan rantai pasok industri perumahan, hingga pembukaan lapangan kerja di berbagai daerah.

Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing pelaku usaha lokal sekaligus mendorong pertumbuhan industri bahan bangunan dalam negeri.

Sepanjang awal tahun ini, penyaluran KUR Perumahan oleh salah satu bank penyalur utama telah mencapai sekitar Rp2,3 triliun hingga akhir Februari. Realisasi tersebut setara dengan sekitar 28,75 persen dari target penyaluran sepanjang tahun yang dipatok sebesar Rp8 triliun.

Di sisi lain, penyaluran KUR Perumahan dipastikan tidak hanya berfokus pada proyek gentengisasi semata. Pembiayaan tetap disalurkan secara seimbang antara kebutuhan renovasi rumah dan pembangunan hunian baru, menyesuaikan dengan permintaan pasar di berbagai daerah.

Sementara itu, bank lain yang memiliki fokus bisnis utama di sektor properti juga menilai bahwa kelayakan genteng merupakan salah satu indikator penting dalam menciptakan hunian yang layak.

Pada tahun ini, salah satu bank properti nasional mendapatkan kuota penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp10 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen dialokasikan untuk sisi penyediaan atau supply, seperti pengembang dan kontraktor, sedangkan 40 persen sisanya diarahkan ke sisi permintaan melalui kredit pemilikan rumah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: