Waspada! Bahaya Kalau Sampai Salah Pilih Jenis Minyak Goreng

Minyak Goreng--freepik.com
PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Ada beberapa jenis minyak goreng yang tidak cocok untuk digunakan dalam proses penggorengan. Berikut ini adalah beberapa contoh minyak goreng yang sebaiknya dihindari.
Minyak zaitun extra virgin
Minyak zaitun extra virgin memiliki titik asap yang relatif rendah, sehingga tidak cocok untuk digunakan dalam penggorengan yang membutuhkan suhu tinggi.
Minyak zaitun ekstra murni lebih baik digunakan untuk hidangan dingin atau di atas makanan yang sudah matang.
BACA JUGA:Selamat Ulang Tahun, Bapak Jokowi: Merayakan Dedikasi dan Pemimpin yang Berjiwa Rakyat
BACA JUGA:Pasar 16 Ilir Palembang Ganti Nama, Ternyata Banyak Belum Tahu Ini Arti Nama The Heritage 16 Ilir
Minyak biji rami
Minyak biji rami memiliki kandungan asam lemak tak jenuh ganda yang tinggi, yang dapat menyebabkan oksidasi dan pembentukan senyawa berbahaya saat dipanaskan pada suhu tinggi.
Oleh karena itu, minyak biji rami sebaiknya digunakan untuk menghidangkan makanan dingin atau dalam adonan mentah seperti salad dressing.
Minyak kelapa murni
BACA JUGA:Pedagang Kaki Lima di Pasar 16 Ilir Palembang Diberi Waktu 3 Hari Berjualan di Pasar 16 Ilir
BACA JUGA:Komisi II DPRD Palembang Akan Panggil PD Pasar Soal Penggusuran PKL di Pasar 16 Ilir
Meskipun minyak kelapa murni semakin populer, namun sebaiknya tidak digunakan secara langsung untuk menggoreng.
Minyak kelapa memiliki titik asap yang rendah, yang berarti dapat menghasilkan asap dan bau yang tidak diinginkan saat dipanaskan pada suhu tinggi.
Jika ingin menggunakan minyak kelapa untuk penggorengan, sebaiknya pilih minyak kelapa yang telah dimurnikan (refined coconut oil) yang memiliki titik asap yang lebih tinggi.
Minyak mentah
BACA JUGA:Pasar 16 Ilir di Palembang Sumatera Selatan Menyimpan Cerita Kuno
BACA JUGA:Pasca Digusur, Pedagang Pasar 16 Ilir Palembang Mulai Berjualan
Minyak mentah seperti minyak wijen atau minyak kacang tanah sebaiknya tidak digunakan untuk penggorengan. Minyak mentah cenderung memiliki rasa dan aroma yang khas, dan juga memiliki titik asap yang rendah. Lebih baik menggunakan minyak ini dalam saus atau adonan setelah makanan selesai digoreng.
Dalam penggorengan, disarankan untuk menggunakan minyak yang memiliki titik asap tinggi, seperti minyak canola, minyak kedelai, atau minyak sayur yang dirancang khusus untuk penggorengan.
Juga penting untuk mengganti minyak goreng secara teratur untuk mencegah terjadinya pembentukan senyawa berbahaya akibat oksidasi minyak yang terlalu sering digunakan.
Menggoreng dengan minyak yang tidak cocok untuk penggorengan dapat memiliki beberapa bahaya, di antaranya:
BACA JUGA:Gedung Pasar 16 Ilir Kumuh dan Bermasalah, Padahal Ikon Kota Palembang!
BACA JUGA:Pasar 16 Ilir Palembang Mengalami Revitalisasi, Tempat Ngopi Kaum Milenial Kemungkinan Akan Bergeser
Produksi senyawa berbahaya
Penggunaan minyak yang tidak cocok untuk penggorengan pada suhu tinggi dapat menyebabkan terbentuknya senyawa berbahaya seperti aldehida, asam lemak trans, dan radikal bebas.
Senyawa-senyawa ini dapat menyebabkan peradangan, kerusakan sel, dan berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.
Oksidasi minyak
BACA JUGA:Tanamkan Sikap Ini Agar Hidupmu Merasa Bahagia
BACA JUGA:Bagaimana Nasib PKL di Pasar 16 Ilir Palembang Setelah Digusur?
Minyak yang tidak cocok untuk penggorengan cenderung lebih rentan terhadap oksidasi saat dipanaskan pada suhu tinggi. Oksidasi minyak dapat menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak sel dan memicu reaksi peradangan dalam tubuh.
Rasa dan aroma yang tidak diinginkan
Minyak yang tidak cocok untuk penggorengan mungkin memiliki rasa dan aroma yang tidak diinginkan saat dipanaskan. Hal ini dapat mempengaruhi cita rasa makanan yang digoreng dan membuatnya kurang sedap.
Risiko kebakaran
BACA JUGA:Sederhana Tetapi Berharga Fantastis, Inilah Karya Senirupa Terunik di Dunia
Beberapa minyak yang tidak cocok untuk penggorengan memiliki titik asap yang rendah. Titik asap adalah suhu di mana minyak mulai mengeluarkan asap dan dapat terbakar.
Penggunaan minyak dengan titik asap rendah meningkatkan risiko kebakaran saat digunakan dalam penggorengan yang membutuhkan suhu tinggi.
Untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan yang digoreng, penting untuk menggunakan minyak yang sesuai untuk penggorengan dan memperhatikan suhu penggorengan yang tepat.
Juga, pastikan untuk mengganti minyak secara teratur untuk mencegah terjadinya akumulasi senyawa berbahaya dan menjaga kualitas hasil penggorengan.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber