Pipa Gas Milik Pertamina EP Bocor, 52 Warga di Prabumulih Belum Terima Bantuan dari Pihak Pertamina

Pipa Gas   Milik Pertamina EP Bocor, 52 Warga di Prabumulih Belum Terima Bantuan dari Pihak Pertamina

saat ini dilokasi pipa gas bocor di Desa Curup Foto: Humas Pertamina - Petugas Pertamina sedang melakukan penanganan pipa gas yang bocor-- Foto: Humas Pertamina

PRABUMULIH, PALTV.CO.ID- Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Zona 4 terus berupaya melakukan penanganan kebocoran di sumur Migas tidak aktif (suspended) RJA-54 milik Pertamina EP (PEP) Adera Field yang berlokasi di Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan

Akibat dari kebocoran sejak tanggal 12 Maret kemarin tercatat ada 52 warga  Kelurahan Payu Putat, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih terdampak dan belum ada bantuan dari pihak Pertamina. 

"Saat ini sudah diupayakan oleh pihak Pertamina namun belum teratasi, saat ini yang terdampak sudah 52 Orang sampai saat ini belum ada bantuan dari Pertamina," kata Lurah Payu Putat, Dian Brori S Sos MSi kepada PalTV melalui pesan whatsapp.

Menurut Dian Brori, saat ini pihak Kelurahan Payu Putat sudah menerima laporan data dari masyarakat Payuputat yang terdampak. 

BACA JUGA: Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumsel Mendapat Promosi Bersama 57 Pimpinan Tinggi

"Kami rapat bersama RT dan RW terkait data warga yang terdampak," tulis Lurah Payu Putat, Dian Brori. 

Sedangakan Kepala Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Tisar mengatakan tidak ada lagi semburan gas dari pipa Pertamina yang bocor. 

"Kabar dari warga sudah teratasi atau tertutup," tulis singkat Kades Curup, Tisar melalui pesan whatsApp. 

Sementara itu pihak Pertamina telah berhasil menanggulangi kebocoran pipa yang menyemburkan gas dan menerima banyak permintaan konfirmasi dan klarifikasi baik dari LSM, Media maupun pemerintah.


Petugas Pertamina sedang melakukan penanganan pipa gas yang bocor-- Foto: Humas Pertamin

Menanggapi hal tersebut, Anggono mengatakan bahwa SKK Migas terus melakukan koordinasi dan komunikasi aktif kepada pihak Pertamina dan tetap memberikan pengarahan serta pengawasan atas upaya-upaya yang dilakukan tim Pertamina di lapangan. 

“Kami menyadari betul bahwa kejadian ini juga menjadi tanggung jawab kami, tidak hanya memantau perkembangan penanganan di lapangan namun juga memastikan agar Pertamina tidak lengah dan dapat bekerja cepat, tepat dan optimal dengan mengutamakan keselamatan agar permasalahan dapat dengan segera ditangani,” ungkap Anggono. 

Ia juga tak lupa mengingatkan kepada pihak Pertamina untuk tidak berpuas diri dengan penyelesaian permasalahan yang terjadi, namun juga harus lebih aktif menjaga kondisi operasional di lapangan agar berjalan dengan baik, lancar dan aman serta jauh dari potensi-potensi kejadian yang tidak diinginkan. 

"Kejadian ini menjadi pengingat bagi kami, SKK Migas dan Pertamina untuk lebih giat dalam menjaga kondisi operasional di lapangan tetap berjalan aman,” kata Anggono. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: