Daya Tarik Museum Kereta Keraton Jogja yang Wajib Kamu Kunjungi

Daya Tarik Museum Kereta Keraton Jogja yang Wajib Kamu Kunjungi

Koleksi Kereta Berusia Ratusan Tahun yang Menakjubkan--Foto : Ig@rumah_nano

Bagi yang menginap di kawasan Malioboro, kamu bahkan dapat mencapainya dengan berjalan kaki. Untuk pengunjung dari luar kota, opsi transportasi seperti bus, kereta api, atau kendaraan pribadi bisa digunakan. 

 

2. Koleksi Kereta Berusia Ratusan Tahun yang Menakjubkan

Sultan Hamengkubuwono VII berinisiatif untuk mengubah garasi kereta menjadi museum, dan inilah awal mula Museum Kereta Keraton. Koleksinya berasal dari zaman pemerintahan Hamengkubuwono I-VIII, yang meliputi periode dari tahun 1755 hingga sekarang.

BACA JUGA:Candi Prambanan Kecantikan dan Eksotisme Batu Candi dan Langit Jogja Yang Mempesona

Tak kurang dari 23 kereta kuda dipamerkan di sini, dengan 18 di antaranya masih digunakan dalam berbagai upacara keraton. Sisa koleksi, yang sudah mencapai usia ratusan tahun, menjadi saksi bisu perjalanan waktu.

 

3. Kereta Buatan Dalam Negeri dan Luar Negeri

Keunikan lainnya adalah ragam asal usul kereta dalam koleksi ini. Beberapa kereta dipesan khusus untuk kepentingan kerajaan, sementara yang lain adalah hadiah dari kolega.

Produksi kereta tidak hanya terbatas di Indonesia, melainkan juga berasal dari Belanda, Jerman, dan Inggris. Keberagaman ini menambah pesona koleksi, yang dirancang dan dibuat dengan sempurna untuk memastikan performa yang optimal.

BACA JUGA:Cerita Mistis di Indonesia: Inilah 5 Tempat Paling Angker di Kawasan Gunung Merapi Jogja

 

4. Nama-Nama Kereta yang Memiliki Cerita Unik

Setiap kereta dalam museum ini tidak hanya berbeda dalam desain, tetapi juga memiliki nama yang unik dan sarat makna.

Misalnya, ada kereta Kapolitan dengan atap terbuka dan dua roda, Kyai Jongwiyat serta kereta Landowe dengan atap terbuka dan empat roda, dan Kyai Garudayaksa, Nyai Jimat, serta Kyai Wimanaputra dengan atap tertutup dan empat roda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber