Bukit Asam PT. BA

Sumsel Negatif Hanta Virus, Masyarakat Tetap Diminta Waspada

Sumsel Negatif Hanta Virus, Masyarakat Tetap Diminta Waspada

Gejala awal terpapar Hanta Virus adalah demam, sakit kepala, mual muntah hingga tensi darah menurun dengan inkubasi cukup lama sekitar 20 hingga 30 hari, hingga dapat mengganggu fungsi ginjal.--Foto : AI_ChatGpt - Muhadi

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Hantavirus tipe Andes yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius, memicu kekhawatiran global, lantaran virus tersebut mengakibatkan tiga pasien meninggal dan beberapa lainnya sakit.

Penyebaran Hanta Virus bukan merupakan virus baru, lantaran beberapa tahun terakhir, sejak tahun 2024 hingga 2026, kasus Hantavirus juga pernah terdeteksi di Indonesia dengan total 23 kasus terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Meski belum pernah terdeteksi di Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan menghindari bepergian ke negara yang terdeteksi positif Hanta Virus, serta menghindari bersentuhan langsung dengan hewan pembawa Hanta Virus yang ditularkan dari reservoir tikus dan celurut melalui cairan tubuh seperti urin dan feses.


Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan menghindari bepergian ke negara yang terdeteksi positif Hanta Virus, --Foto : Ekky - PALTV

"Kita imbau masyarakat untuk hindari langsung dengan tikus, karna kita tidak tau hewan tersebut apakah terinfeksi melalui orang yang pernah terinfeksi, selain itu makanan harus di simpan di tempat tertutup, agar tidak terpapar tikus" kata Darsono, PLH Kabid P2P Dinkes Sumsel.

BACA JUGA:Warga Terdampak Kebakaran di 1 Ilir Harapkan Bantuan Pemerintah

BACA JUGA:Seorang JCH Asal Empat Lawang Wafat Saat Perjalanan Menuju Asrama Haji Sumatera Selatan

Menurut Darsono, Gejala awal terpapar Hanta Virus adalah demam, sakit kepala, mual muntah hingga tensi darah menurun dengan inkubasi cukup lama sekitar 20 hingga 30 hari, hingga dapat mengganggu fungsi ginjal.

"Selain itu, virus ini juga dapat menyerang paru-paru, dimulai demam, batuk dan sesak napas" tambah Darsono.


Darsono, PLH Kabid P2P Dinkes Sumsel.--Foto : Ekky - PALTV

Bahkan akibat terpapar HantaVirus, tingkat kematian kasus atau case fatality rate (CFR) dari Hanta Virus mencapai 5 hingga 10 persen, atau lebih tinggi dari Covid-19 yang hanya sekitar 1,3 persen kematian.

"Kalo kita lihat case fatality rate (CFR)nya Hanta Virus lebih berbahaya sebetulnya dari Covid-19, klo Covid sekitar 1,3 persen sedangkan Hanta Virus 5 hingga 10 Persen" tutup Darsono, PLH Kabid P2P Dinkes Sumsel

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id