Bukit Asam PT. BA

Rahasia Kelezatan Pindang Tulang Khas Palembang Menggoda Selera

Rahasia Kelezatan Pindang Tulang Khas Palembang Menggoda Selera

Rahasia kelezatan pindang tulang khas Palembang terletak pada perpaduan rempah--foto: chat gpt

PALTV.CO.ID- Palembang tidak hanya soal pempek, karena Pindang Tulang Khas Palembang kini menjadi primadona wisata kuliner yang wajib dicicipi. Hidangan berbahan dasar tulang sapi dengan balutan daging yang lembut ini menawarkan sensasi rasa asam, pedas, dan manis yang menyatu sempurna dalam satu mangkuk hangat.

Kepopuleran Pindang Tulang Khas Palembang terletak pada kekuatan kuahnya yang kaya rempah. Berbeda dengan pindang ikan, versi tulang ini memiliki karakteristik kuah yang lebih berlemak dan "berani" dalam penggunaan bumbu, menciptakan aroma yang mampu membangkitkan nafsu makan seketika bagi siapa saja yang menghirupnya.

Menyantap Pindang Tulang Khas Palembang memberikan pengalaman tekstur yang unik, di mana penikmatnya diajak untuk "menyesap" bumbu yang meresap hingga ke sumsum tulang.

Kombinasi potongan nanas segar dan cabai rawit utuh di dalam kuahnya memberikan keseimbangan rasa yang membuatnya tetap segar meski berbahan dasar lemak sapi.

BACA JUGA:Di IIMS 2026, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya 50 Persen Lewat Program Power Up EVent

Racikan Rempah yang Otentik

Rahasia utama dari hidangan ini adalah penggunaan bumbu dapur yang melimpah. Proses pengolahannya dimulai dengan merebus tulang sapi hingga benar-benar empuk.

Bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, dan lengkuas ditumis hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam air rebusan daging.

Keasaman yang khas pada pindang ini tidak didapat dari cuka, melainkan dari penggunaan air asam jawa dan potongan nanas. Hal inilah yang membuat kuah pindang terasa ringan di tenggorokan namun tetap memiliki kedalaman rasa yang kompleks.


rahasia kelezatan pindang tulang khas Palembang yang autentik--Foto: youtube@MonaRendra

Sudut Pandang Penikmat Kuliner

Salah seorang pengunjung rumah makan di Palembang, Ahmad (34), menyatakan bahwa hidangan ini adalah simbol kehangatan keluarga. "Bagi kami warga asli, pindang tulang itu bukan sekadar makanan.

Ada seni saat kita berusaha melepaskan daging dari tulangnya. Rasanya yang pedas asam itu sangat cocok dengan nasi putih hangat dan sambal buah," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Senada dengan Ahmad, seorang koki lokal menjelaskan bahwa kunci kelezatan pindang ini ada pada kualitas tulang yang digunakan. Bagian tulang iga atau tulang belakang sapi sering menjadi pilihan karena masih memiliki lapisan daging yang tebal dan lemak yang memberikan rasa umami alami pada kaldu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber