Bukit Asam PT. BA

Transaksi Bursa Melemah, Investor Bersikap Wait and See

Transaksi Bursa Melemah, Investor Bersikap Wait and See

Aktivitas perdagangan saham menurun, investor lebih berhati-hati menimbang informasi pasar.--Foto : Hafid - PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah pada awal pekan kedua Februari 2026. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat turun tajam hingga sekitar 43 persen, seiring sikap investor yang memilih lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Berdasarkan data BEI, RNTH tercatat menyusut dari kisaran Rp43 triliun pada periode sebelumnya menjadi sekitar Rp24,75 triliun. Pelemahan aktivitas transaksi ini terjadi di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih bergerak terbatas di level 7.000-an.

Kepala Wilayah BEI Sumatera Selatan, Hari Mulyono menilai, penurunan nilai transaksi tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar. Menurutnya, investor saat ini tengah mencermati berbagai informasi sebelum melakukan aksi beli saham.

“Penurunan nilai transaksi yang terjadi merupakan situasi yang wajar dan normal. Investor saat ini cenderung kembali memperhatikan tujuan investasinya, terutama terkait aktivitas pembelian saham,” kata Kepala Wilayah BEI Sumsel, Hari Mulyono.

BACA JUGA:5 Model Cincin Emas Berhiaskan Berlian yang Diprediksi Mendominasi Tren 2026

BACA JUGA:Perkuat SDM Keprotokolan, Kanwil Kemenkum Sumsel Ikuti Pelatihan Teknis Metode Blended Learning


data BEI, RNTH tercatat menyusut dari kisaran Rp43 triliun pada periode sebelumnya menjadi sekitar Rp24,75 triliun. Pelemahan aktivitas transaksi ini terjadi di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih bergerak terbatas di level 7.0--Foto : Hafid - PALTV

Hari menjelaskan, investor saat ini lebih selektif dalam mengambil keputusan, dengan mempertimbangkan informasi yang berkembang serta menyesuaikan komposisi portofolio masing-masing.

“Investor mencoba mengukur informasi yang terbit dan menyesuaikannya dengan tujuan serta komposisi portofolio mereka. Itu yang membuat aktivitas transaksi cenderung menurun,” ujarnya.


Kepala Wilayah BEI Sumatera Selatan, Hari Mulyono menilai, penurunan nilai transaksi tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar. Menurutnya, investor saat ini tengah mencermati berbagai informasi sebelum melakukan aksi beli saham.--Foto : Hafid - PALTV

Lebih lanjut, Hari mengatakan, pola aktivitas investor di Sumatera Selatan tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kondisi nasional. Keputusan transaksi investor di daerah, menurutnya, dipengaruhi oleh informasi yang sama dengan investor di wilayah lain.

“Secara umum, tidak ada perbedaan yang mencolok antara aktivitas investor di Sumatera Selatan dengan nasional. Semua keputusan transaksi didasarkan pada informasi yang relatif merata,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id