"Biasanya karet yang dijual Petani di kawasan OKI melalui Unit Pengelolaan Pemasaran Bokar (UPPB) di setiap Kecamatan dominannya adalah karet kadar 50 persen, dan itu tentu sesuai harga yang berlaku saat ini yakni Rp9.702 per kilogram," ujarnya singkat.
Para Petani Karet berharap agar ada solusi untuk masalah turunnya harga ini. Walaupun produksi karet menurun, mereka berharap harga karet tidak melulu turun drastis. Karena, turunnya harga karet berdampak pada perekonomian lokal yang dibarengi kebutuhan pokok sehari-hari kini semakin meningkat.*